Seniman Bentuk Komunitas Suci Daya, Hudaya Hadir Meresmikan dan Makan Bersama

TANGERANG – Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsina, meresmikan Komunitas Suci Daya yang dihadiri sejumlah seniman jalanan dan penggiat lingkungan di Kota Tangerang, Sabtu sore (10/6/2017).

Peresmian Komunitas Suci Daya ini mengambil tempat di Markas Komunitas Pecinta Lingkungan Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksa Suci), Jalan Chandra, Kelurahan Panungangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Selain seremoni peresmian, Hudaya juga menyempatkan diri untuk buka puasa bersama dengan para seniman jalanan dan komunitas penggiat lingkungan Sungai Cisadane ini.

Dalam sambutannya Hudaya Latuconsina mengatakan, bahwa sepanjang sejarah manusia, sungai hadir untuk membangun sebuah peradaban. Peradaban yang di bangun tidak dapat dilepaskan dengan adanya sungai.

“Bisa diambil contoh Sungai Nil, Sungai Kuning, Eufrat, Amazon bahkan peradaban di Nusantara pun tidak dapat dilepaskan dari sungai. Sungai ketika itu dijadikan sebagai sarana transportasi dan benteng pertahanan,” jelas Hudaya.

“Dalam konteks Kota Tangerang konsep yang telah dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang kita kembangkan dan sebagai masyarakat kita support. Saya dan sejumlah teman sudah berencana akan menanam 60 jenis pohon bambu di sekitar pinggir sungai Cisadane ini. Komunitas Banksa Suci telah memulai menanam pohon mangga dengan berbagai variasinya,” ucapnya.

“Kalau saja di sekitar pinggir sungai Cisadane ini di tanam pohon bambu, pohon mangga, pohon rambutan bisa jadi kedepan akan menjadi kawasan Agrowisata yang besar di Kota Tangerang ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Toni, Ketua Komunitas Suci Daya mengatakan, bahwa dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengkampanyekan kebersihan Sungai Cisadane lewat musik.

Kumpulan seniman yang tergabung dalam komunitas ini telah memiliki karya musik dengan tema menjaga lingkungan Sungai Cisadane. Selain itu ada juga beragam karya seni dari sampah yang diangkut dari Sungai Cisadane.

“Komunitas ini juga telah terbukti menjadikan sampah Sungai Cisadane memiliki nilai ekonomis,” jelas Toni. (*)

Penulis: Redaksi/Basori