Sensasi Mancing Cumi di Pulo Kali Desa Puloampel

SERANG WISATA

SERANG – Kekayaan biota laut yang terdapat di Pulokali yang berada di Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, menjadikan pulau seluas 300 hektar tersebut spot mancing yang memiliki sensasi tersendiri bagi para penghobi mancing.

Seperti saat eksplorasi alam oleh wartawan faktabanten.co.id pada Minggu (1/4/2018) di pulau yang tak berpenghuni itu. Untuk bisa menyebranginya, anda bisa menggunakan jasa antar jemput yang ada pangkalan atau kampung nelayan setempat dengan biaya Rp 20.000; jaraknya yang hanya beberapa ratus meter dari daratan, dibutuhkan hanya waktu sekitar 5 menit.

Terdapat dua pulau di Pulau Kali, ada Pulo Kali Besar dan Pulo Kali Kecil dengan jarak berdekatan. Dinamakan Pulo Kali konon karena Selat yang membelah pulau mirip Kali. Namun ada juga yang menyebutnya Pulau Kalih (Bahasa Jawa artinya dua) karena pulau di kawasan itu memang ada dua.

Di Pulo Kali Selatan atau Besar, objek yang dikunjungi faktabanten.co.id, sudah tersedia fasilitas dermaga dari kayu serta tiga saung kecil yang kondisinya sudah rusak dan tidak terawat.

Pulau yang diketahui berada dalam perlindungan DKPESDM Kabupaten Serang itu, selain masih terawat, pulau ber topografi 0-5 MDPL dengan kondisi lahan berawa serta perairan yang landai masih cukup terjaga keaslian flora faunanya, banyaknya pohon bakau serta jenis tumbuhan lain membuat pulau tampak hijau lebat dan teduh yang membuat banyak jenis burung kicau dan kupu-kupu sering dijumpai saat berada di pulau itu.
Belum lagi biota laut berupa terumbu karang yang bagus, rumput laut dan ganggang menjadikan rumpon bagi banyak jenis ikan, cumi, kerang dan udang, bulu babi dan lain sebagainya.

Sehingga tak heran kalau banyak pemancing dari wilayah Serang dan Cilegon memilih pulau ini sebagai spot mancing yang menarik dan mempunyai tantangan tersendiri. Disini pemancing dituntut untuk lebih aktif bergerak alias ngoyor. Kedalaman air sepanjang 20-70 meter dari bibir pantai hanya sedalam perut orang dewasa.

Banyak pola memancing yang jarang ditemui ditempat lain, seperti mancing ngoyor, mancing dasaran, mancing dengan layangan untuk mendapatkan ikan kacangan, menjala dan masang jaring, mengais kerang dan yang paling menarik serta memiliki tantangan tersendiri adalah mancing cumi.

Pemancing cumi dituntut lebih aktif dengan ngoyor mengelilingi pulau untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dari mulai kedalaman air paha hingga dada orang dewasa.

“Sehari itu bisa sampai 3 kali ngoyor keliling pulau. Kalau lagi banyak mah bisa sampai 3 Kilo, sedikitnya sekilo mah dapat aja. Umpannya pakai Udang-udangan beli di toko pancing. Tekniknya lempar tarik-lempar tarik saja, tapi saat nariknya harus ada seni agar umpan udang-udangan seakan hidup, ” kata Juni, pemancing cumi.

Faktabanten.co.id yang coba mengikutinya ikut ngoyor mengelilingi pulau, akan banyak sensasi yang didapatkan, sensasi menarik cumi yang sesekali menyemprotkan tinta, apalagi ketika melihat dan memijak langsung dasar perairan Pulo Kali yang menyuguhkan keindahan dan kekayaan biota laut seperti layaknya di pulau-pulau lain di Indonesia yang sudah terkenal keindahannya.

Sensasi lainnya adalah rasa cumi segar yang terasa manis alami ketika di bakar di samping saung yang berada di Pulo kali, terasa nikmat sekali. Rasa cumi yang tentu rasanya berbeda ketika kita membeli dari pasar atau restoran, karena cumi sudah beberapa hari atau bahkan sekian minggu berada di es atau freezer. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *