Simpanan Dana Masyarakat Terus Meningkat, PD BPR Serang Bagi-bagi Hadiah

SERANG – Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD. BPR) Serang kembali bagi-bagi hadiah untuk nasabah Tabungan Masyarakat Desa (Tamasa) periode XVI di gedung BPR Serang, Kamis (10/8/2017).

Periode pengundian kali ini berhadiah ratusan juta rupiah, hadiah hiburan 7 unit motor Honda Beat Pop, hadiah hiburan kejutan puluhan barang elektronik, dan hadiah utama mobil Toyota Avanza type G.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, serta Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Deputi Bank Indonesia Provinsi Banten, Dinas Sosial, dan juga notaris.

Direksi BPR Serang Teguh Iman menuturkan, BPR Serang terus mendapatkan kepercayaan dengan meningkatnya dana simpanan masyarakat. Terhitung pada Juli 2017, saldo dana simpanan mencapai Rp 134 Miliar, ini mengalami peningkatan 139 persen dari tahun sebelumnya. Sementara nilai aset sebesar Rp 333 Miliar, yang juga mengalami peningkatan sebanyak 170 persen dari sebelumnya Rp 210 Miliar.

BPR Serang sendiri dengan dana modal yang ada, dikatakan telah berhasil menjalankan program kredit yang mendukung peningkatan kualitas perekonomian masyarakat kelas bawah.

“Bank Perkreditan Rakyat berhasil mengembangkan kredit tanpa agunan, di bidang perikanan, rumput laut dan padi dengan pembayaran pada saat panen. Hal tersebut bisa dilakukan karena hasil kerjasama dari Disperindagkop dan Jamkrida,” jelas Teguh.

Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Banten, Dudi Adiatna menyampaikan, bahwa Ini adalah suatu pencapaian yang sangat tinggi karena ditopang oleh sektor perusahaan dan harus diperhatikan pada kualitas pemberian kredit.

“Kegiatan semacam ini seperti pemberian hadiah untuk penabung, ini kami harapkan bisa menggeser yang mana tadinya dana-dana pihak ketiga yang dari deposito itu bisa tergeser ke tabungan,” ujar Dudi.

BI sendiri menyinggung tentang kesehatan BPR dalam hal angka kredit macet, yang masih tinggi dari rata-rata.

“Yang perlu dapat perhatian dari kualitas pemberian kredit karena kalau kami lihat di data kami kredit yang disalurkan BPR ini NPL nya mencapai 7,41%, biasanya kami memandang kesehatan ini rata tata batas sehatnya itu maksimum 5,5%. Nah ini mungkin menjadi PR bagi kita semua, khususnya bagi BPR bagaimana untuk bisa mendorong pertumbuhan kredit tapi juga memperhatikan kualitas pemberian kredit,” ujarnya.

Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Serang adalah pemilik saham mayoritas dari BPR Serang. BPR dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan kesempatan berusaha dan sebagai penunjang pendapatan asli daerah (PAD).

“Membangun ekonomi masyarakat melalui UMKM dilakukan bersama-sama, untuk menyelesaikan permasalahan seputar permodalan, hal itu diatasi oleh BPR Serang dan Jamkrida yang turut andil memback-up pinjaman tanpa agunan sebesar Rp 5 juta,” jelas Ratu Tatu.

Ia juga mengucapkan banyak terimakasih mewakili masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Serang, selain BPR, aktifnya peran serta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) yang menyeleksi UMKM di Kabupaten Serang, membuat program kredit untuk mengembangkan UMKM berjalan dengan pesat.

“Mudah-mudahan dengan acara ini, kepercayaan dan minat masyarakat untuk menabung lebih ditingkatkan lagi, sehingga dapat ikut ambil bagian dalam membesarkan BPR Serang dalam melayani semua lapisan masyarakat Provinsi Banten, khususnya masyarakat Kabupaten Serang,” ujarnya saat sambutan. (*)