Siswa SMKN 1 Cilegon Masuk Sekolah Bebas Tak Berseragam di Hari Pahlawan

CILEGON PENDIDIKAN

CILEGON, FB – Dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November tahun ini, ada suasana yang berbeda di SMKN 1 Cilegon. Seluruh siswa di sekolah itu tidak mengenakan seragam sekolah, tetapi dibebaskan untuk menggunakan pakaian, dengan syarat berwarna merah dan putih dalam satu hari ini.

Semangat Hari Pahlawan, bukan hanya lambang negara dengan bendera merah dan putih, namun dalam momen tersebut sebagai refleksi perjuangan seorang pelajar yaitu dengan disiplin datang ke sekolah.

Wakil Kepala SMKN 1 Cilegon Bidang Kesiswaan Gustavyanto YS mengatakan, momen peringatan hari pahlawan merupakan refleksi diri, baik siswa maunpun pengajar. Dimana, penanaman jiwa pahlawan saat ini tidak lagi berjuang melawan penjajah, namun saat ini harus semangat untuk merubah diri menjadi lebih baik.

“Kita tanamkan jiwa kepahlawanan kepada siswa. Dimana dulu berkorban dengan jiwa raga melawan penjajah, namun saat ini kita hanya meminta kepada para siswa untuk mengorbankan diri sendiri untuk tepat waktu dan lebih pagi datang ke sekolah,” kata Gustav.

Lebih lanjut, semangat Hari Pahlawan juga sebagai bentuk refleksi diri, dimana pengorbanan waktu untuk datang lebih pagi ke sekolah yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir kini sudah berjalan dengan baik.

“Setiap hari, Pukul 07.00 WIB semua siswa wajib sudah berkumpul di lapangan. Disana setiap kelas akan melaporkan kesiapan menjalankan belajar di kelas, termasuk menyebutkan siapa siswa yang sudah hadir dan belum hadir. Namun, saat hari Senin siswa wajib sudah hadir lebih pagi yaitu Pukul 06.30 WIB untuk persiapan upacara bendera,” kata Gustav.

Diawal penerapan sistem seperti itu diakui Gustav memang sangat sulit. Namun ketika sudah berjalan semuanya bisa mengikuti sistem yang ada. Terbukti tingkat kedisiplinan siswa pun menunjukan kemajuan yang cukup bagus.

“Ketika anak-anak sudah siap, maka proses belajar dikelas yang dimulai Pukul 07.30 WIB akan berjalan dengan baik. Ini efeknya luar biasa, anak-anak memang dituntut banyak mengorbankan waktu dan juga kedisiplinan yang sangat bagus,” kata Gustav.

Bagi siswa yang hadir terlambat Pukul 07.10 WIB lebih maka dianggap alpa tidak ikut berkumpul dilapangan. 3 kali tidak hadir, pihak sekolah akan memanggil wali murid.

“Di Hari Pahlawan ini kami memberikan penghargaan kepada kelas yang memiliki akumulasi nilai kehadiran paling bagus. Ini hanya sebagai motivasi saja,” kata Gustav.

Gustav menambahkan, semangat kepahlawanan juga ditularkan untuk memiliki rasa kebanggan terhadap SMKN 1 Cilegon kepada siswanya. Caranya dengan mengadakan lomba foto sekolah dengan hastag #SMKN1Cilegon di sosial media.

“Foto apa saja yang ada disekolah asalkan mencantumkan #SMKN1Cilegon di Istagram. Cara ini bertujuan untuk memperkenalkan secara luas nama SMKN 1 Cilegon yang kalah populer dengan sebutan SMK Kaltim (Kalitimbang),” kata Gustav.

Diharapkan ribuan siswa yang menggunakan sosial media dapat mensosialisasikan nama sekolah sebenarnya melalui #SMKN1Cilegon dan menghilangkan ingatan siapapun yang mengenalnya sebagai SMK Kaltim. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *