Soal Kekerasan di Central Busana, DP2KBP3A Pandeglang Lakukan Sidak

PANDEGLANG

PANDEGLANG – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Raden Dewi Setiani akhirnya angkat bicara soal kasus perlakuan kasar yang dilakukan oleh manager IT PT. Central Busana Pandeglang kepada salah seorang karyawati saat sedang bekerja.

Raden Dewi menuturkan, bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa seorang karyawati tersebut, karena menurutnya perlakuan yang dilakukan oleh seorang manager PT Central Busana tersebut merupakan hal yang tidak sewajarnya dilakukan oleh seorang manager.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa seorang karyawati di Central Busana tersebut dan kami sangat mengecam perlakuan yang dilakukan oleh Manager tersebut karena apa yang dilakukannya tersebut sudah melebihi batas kewajaran,” ungkap kepala DP2KBP3A Pandeglang saat dihubungi faktapandeglang.co.id, Senin (9/7/2018).

Maka dari itu, Raden Dewi telah mengintruksikan kepada UPT Pusat Pelayanan Terpadu dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2) DP2KBP3A Pandeglang turun ke lokasi untuk melakukan klarifikasi terkait persoalan tersebut ke toko Central Busana untuk mempertanyakan kebenaran kasus tersebut.

Bahkan pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada karyawati tersebut guna menghilangkan rasa trauma atas kejadian yang menimpa seorang pekerja perempuan tersebut.

“Hari ini (9/6/2018) kami (DP2KBP3A Pandeglang-red) melalui UPT P2TP2 Pandeglang akan segera melakukan klarifikasi terhadap kejadian tersebut di lokasi guna mengumpulkan informasi serta data terkait kasus yang terjadi dan kami juga akan melakukan pendampingan kepada karyawati tersebut agar trauma yang dideritanya bisa hilang,” bebernya.

Masih kata Dewi, guna mengantisipasi kejadian serupa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) pandeglang untuk segera menggencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lokasi-lokasi tertentu termasuk di tempat kerja.

“Langkah yang nantinya kami ambil untuk perlindungan perempuan di tempat kerja yakni kami akan segera gencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dimanapun termasuk di tempat kerja, yang keduanya kami akan segera bekerjasama dengan OPD terkait yaitu disnaker,” bebernya panjang lebar. (Gatot)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *