Tambang Pasir di Kawasan Pulo Manuk Lebak Berpotensi Sebabkan Longsor

LEBAK

LEBAK – Aktivitas penambangan pasir sedot yang diduga tidak jelas izinnya sangat dikeluhkan oleh warga Kampung Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Pasalnya, aktivitas pasir sedot tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan seperti menimbulkan abrasi, polusi dan mencemari sungai.

Rizal salah seorang warga setempat mengungkapkan, sejak adanya aktivitas penambangan pasir sedot, villa miliknya menjadi terancam karena adanya erosi. Soalnya, lokasi penambangan berada tak jauh dari permukiman warga.

“Betul, tanah di belakang rumah saya sudah mulai mengalami erosi. Kalau penambangan dibiarkan terus bisa-bisa rumah kami longsor,” kata Rizal saat dihubungi faktabanten.co.id.

Masih kata Rizal, pihaknya sudah mengajukan kepada pihak pengelola agar kegiatan penambangan jangan sampai merusak lingkungan sekitar, karena dampaknya merugikan warga. Tetapi, hingga kini keluhan warga tak juga direspon pihak pengelola alias diabaikan begitu saja.

“Saya sudah ngomong ke pihak pengelola soal keluhan ini, akan tetapi hingga kini tak ada respon,” ungkapnya.

Rizal pun menambahkan, selain berdampak negatif terhadap permukiman warga, tambang pasir sedot juga diduga mengakibatkan tercemarnya air sungai Cipamubulan dan membuat air sungai gampang meluap.

“Sebelum adanya aktivitas tambang pasir sedot air sungai meski diguyur hujan tidak banjir, tetapi sekarang diguyur hujan sebentar saja air sungai gampang meluap,” tambahnya.

Sedangkan Majid, warga yang juga mengalami dampak negatif dari aktivitas penambangan pasir sedot yang tak jelas siapa pemiliknya tersebut menuturkan, belakang rumahnya sudah mengalami erosi karena aktivitas penambangan pasir.

“Pondasi kolam ikan saya sudah ngegantung. Jadi kalau tidak segera ambil tindakan pasang beronjong, bisa bisa rumah saya pun terbawa erosi,” ujar Majid.

Dirinya tidak mempermasalah adanya kegiatan penambangan pasir sedot, asalkan lokasinya tidak berdekatan dengan permukiman warga.

“Tidak masalah ada tambang pasir sedot, tetapi jangan terlalu dekat dengan permukiman warga,” ucapnya.

Dari pantauan faktabanten.co.id di lokasi penambangan, terlihat sejumlah alat berat sedang melakukan aktivitas pengangkutan. Lokasi penambangan memang sangat berdekatan dengan permukiman warga dan sungai Cipamubulan.

Tak ditemukan papan izin yang dipasang di sekitar lokasi kegiatan hanya ada beberapa gubuk tempat beristirahat para pekerja. Saat dikonfirmasi salah seorang karyawan di lokasi kegiatan tak ada berani berkomentar.

“Silahkan langsung saja dengan bos saya, kebetulan beliau sedang ada di luar,” kata seorang pekerja yang enggan menyebutkan nama.

Sayangnya, Kepala Desa Darmasari Ahmad Yani, saat dihubungi telepon genggamnya dalam keadaan tidak aktif. (*/Sandi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *