Tanahnya Diserobot Perusahaan, Puluhan Petani Unjuk Rasa di PN Rangkasbitung

LEBAK – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Advokasi Rakyat Untuk Masyarakat (ARUM) dan para petani yang tergabung pada Forum Solidaritas Masyarakat Petani Cilangkap, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Kamis (7/12/2017).

Gejolak aksi ini, disebabkan karena lahan masyarakat seluas kurang lebih 43 Hektar yang berada di Desa Cilangkap yang dipenuhi beberapa komoditas tanaman yang bernilai ekonomis tinggi, sudah rata dengan tanah atau digusur habis oleh alat-alat berat milik PT Wira Karya Persada.

Koordinator Aksi Suganda mengatakan, bahwa lahan tersebut merupakan mata pencaharian sehari-hari bagi masyarakat Cilangkap dan sudah digarap sejak tahun 1973.

“Lahan tersebut saat ini, mereka sudah ratakan dengan tanah dan berganti dengan bangunan,” ujarnya.

Menurutnya, jika di atas lahan tersebut dibangun ratusan gedung perumahan, maka hal ini akan membuat sekitar 88 kepala keluarga akan kehilangan mata pencahariannya.

Aksi ini dilakukan bertepatan dengan sidang lanjutan sengketa lahan yang ketiga dengan agenda pembacaan putusan, namun hingga saat ini pihak perusahaan yang bersangkutan belum juga terlihat kehadirannya.

“Aksi ini dilakukan untuk menuntut hak kami yang diserobot perusahaan, dan kami menunggu keputusan dari pihak pengadilan,” ungkap Ganda.

Pada aksi kali ini juga pihak pengadilan tidak bisa memberikan jawaban yang akurat kepada masyarakat yang melakukan aksi.

Petani Cilangkap juga menuntut dan menggugat atas kepemilikan lahan tersebut, kemudian menyatakan pihak perusahaan telah melakukan perbuatan melawan hukum, selain itu pihak petani juga meminta pihak Pengadilan Negeri Rangkasbitung menyelesaikan perkara ini dengan seadil-adilnya tanpa ada intervensi dari pihak manapun, netral dan transparan.

Sementara hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Wira Karya Persada belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapannya. (*/Sandi)