Tangkal Isu Hoax, Tempo Institut Roadshow ke Kampus Al-Khairiyah Cilegon

AL KHAIRIYAH CILEGON PENDIDIKAN

CILEGON – Tempo Institut nampaknya serius dalam menangkal isu hoax yang beredar di jagat maya. Mereka menggelar roadshow di sembilan kampus di seluruh Indonesia untuk mengampanyekan melawan isu hoax, dengan tagline ‘Lawan Kabar Kibul’.

Kota Cilegon menjadi pilihan Tempo Institut untuk disinggahi. Bertempat di kampus STIKOM Al-Khairiyah Citangkil, acara tersebut berlangsung Rabu (21/3/2018).

Meski diguyur hujan sejak pagi. Ratusan mahasiswa antusias mengikuti acara tersebut. Dalam acaranya, mahasiswa yang hadir terbagi menjadi tiga kelas.

Masing-masing kelas diisi materi tentang cara menangkal isu hoax dan mengkaji bagaimana menilai sebuah berita berdasarkan fakta dengan berita hoax.

Noor Iza, Plt Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa isu bohong/hoax sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, keributan sering terjadi antara warga net. Tak hanya di dunia maya, juga di dunia nyata.

Menurutnya, terdapat kelompok yang sengaja menyebarkan isu bohong untuk memecah belah bangsa dan mendapatkan keuntungan dari hasil klik website.

Saat ini, Kementerian Kominfo sudah memblokir sebanyak 770 website yang sudah diblokir karena terlibat isu hoax. Pemblokiran dilakukan sebagai upaya melawan hoax.

“Hoax ini sangat membahayakan, bila masyarakat sudah mempercayai isu hoax yang beredar, susah akan disembuhkan,” katanya.

Menurutnya, perlu untuk melawan hoax, masyarakat harus diedukasi. Ini sebagai upaya yang dilakukan. Menyadarkan masyarakat untuk menangkal isu hoax.

“Literasi digital menjadi penangkal. Literasi inilah yang akan menyadarkan warga net untuk tidak terlibat isu hoax,” tuturnya.

Semenyara itu, I Wayan Agus Purnomo, wartawan Tempo yang mengisi diskusi mengatakan, bahwa mahasiswa menjadi tonggak utama. Pemakai internet di Indonesia mencapai 146 juta pengguna. Dan yang paling banyak ialah media sosial.

Media sosial dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk menyampaikan isu-isu bohong.

Ia mencontohkan beberapa isu yang beredar. Bila warganet tak sadar literasi digital. Akan mudah terpengaruh. Baik like maupun membagikan dan komentar.

“Bisa dilihat dari judulnya, kalau berita faktual judulnya berdasarkan fakta. Atau dengan gambar, ketik angka sekian maka akan terlihat,”

Ia berharap, melalui roadshow yang dilakukan oleh Tempo, isu hoax dapat dikampanyekan secara luas sehingga masyarakat Indonesia pengguna internet tak mudah dibohongi. (*/Cholis)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *