Terkait Warga Merak Kesulitan Air Bersih, Elemen Masyarakat Pertanyakan CSR Industri

CILEGON INDUSTRI

CILEGON – Warga empat Kampung, yakni Kampung Rambutan, Kampung Kedokan, Kampung Cipala dan Kampung Brigil di Pegunungan Cipala, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup karena keringnya sumur di musim kemarau tahun ini.

Dan mengingat kondisi itu sudah terjadi sekitar tiga bulan lamanya, hal tersebut mendapatkan sorotan serius dari elemen masyarakat Kota Cilegon yang mempertanyakan peran industri yang ada di sekitar dalam membantu persoalan ini.

Dana dan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan raksasa di kawasan tersebut kemana larinya? Sampai-sampai tak terlihat ada upaya membantu solusi mengatasi penderitaan warga tersebut.

“Sudah tiga bulan masyarakat menderita, padahal di sekitar mereka (Pulomerak) ada kapital industri besar BUMN dari mulai ASDP Merak, Pertamina, bahkan Indonesia Power yang begitu megahnya. Belum perusahaan-perusahaan minyak dan galangan kapal. Kan miris sekali,” kata Ketua Cilegon Krisis Center, Yayan Haryandi, kepada faktabanten.co.id, Kamis (9/8/2018).

Yayan menilai selama ini program CSR Industri yang ada di sekitaran Pulomerak tidak tepat sasaran.

“Lalu kemana CSR para pemilik modal besar itu, apa mereka tidak tahu derita masyarakat yang ada disekitarnya?” imbuhnya.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Kang Yayan ini juga mendesak kepada para pelaku usaha industri padat modal di Cilegon, khususnya yang berada di Kecamatan Pulomerak untuk bisa memberi solusi terhadap penderitaan warga di Kelurahan Lebak Gede untuk bisa mendapatkan air bersih.

“Industri di Cilegon tentunya harus bisa memberi dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya. Dalam hal ini industri yang ada di Pulomerak wajib segera memberi bantuan air bersih kepada warga empat Kampung di Pegunungan Cipala sebagai Ring Satu industri,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Lebak Gede, Suwandi, ketika dikonfirmasi terkait kondisi warganya melalui pesan WhatsApp, tidak bersedia memberikan jawaban, meski pesan sudah dibacanya. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *