Terpilih Jadi Ketua DPD KNPI Banten, Rano Alfath Akan Upayakan Rekonsiliasi Pemuda

TANGERANG – Setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, Selasa (23/5/2017), Mohamad Rano Alfath mengaku akan segera melakukan rekonsiliasi pemuda.

Rano Alfath yang merupakan politisi muda yang juga pengusaha ini mendapat dukungan dari mayoritas organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Banten. Ia menggantikan Ketua KNPI Banten periode sebelumnya yang dijabat Tanto Warsono Arban.

“Saya berharap dengan terpilihnya saya menjadi Ketua KNPI Banten periode 2017-2020, pemuda kembali bersatu dalam satu kepengurusan KNPI. Tidak ada lagi namanya dualisme kepengurusan,” kata Rano, Rabu (24/5/2017) siang.

Ia mengatakan, hal paling krusial yang akan menjadi skala prioritas pertama adalah segera melakukan rekonsiliasi dengan pengurus dan seluruh OKP. Hal ini mengingat sebelumnya, terjadi dualisme kepengurusan di tubuh KNPI Banten, yang juga imbas dari dualisme kepengurusan di KNPI pusat.

“Secepat mungkin saya akan melakukan rekonsiliasi, karena tidak akan mungkin organisasi KNPI berjalan tanpa dukungan OKP,” ujar anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten ini.

Rano mengatakan, kepengurusan KNPI Banten periode 2017-2022 akan disusun bersama oleh 7 orang tim formatur yang dipilih dalam Musda. Tujuh orang formatur tersebut antara lain Ketua KNPI Banten terpilih, perwakilan OKP dari unsur keagamaan, perwakilan pengurus KNPI pusat, perwakilan pengurus KNPI kabupaten/kota dan perwakilan pengurus periode sebelumnya.

“Untuk kepengurusan DPD KNPI Banten akan banyak diisi pemuda-pemuda yang berumur di bawah 30 tahun untuk mengikuti aturan Undang-undang Kepemudaan. Nanti susunannya berdasarkan masukan OKP di Banten yang jumlahnya sekitar 110 OKP,” ungkap Rano.

Selanjutnya setelah menyusun kepengurusan, pihaknya akan menyusun program kerja dan membahas mengenai kegiatan berikut membahas dukungan anggaran untuk kepemudaan, baik dari pemerintah daerah maupun kerjasama dengan pihak swasta.

“Ke depan proses pengelolahan keuangan KNPI harus berdasarkan program kerja,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rano, kepengurusan KNPI Banten periode 2017-2022 yang terbentuk dari Musda ke-6 ini akan menempatkan kembali Gedung Pemuda (kantor KNPI Banten). Tempat tersebut merupakan pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya pemuda di Banten bersama seluruh OKP.

“Nanti akan disiapkan ruangan sekretariat bersama untuk OKP. Sayang gedung sudah dibangun miliaran tidak dapat dimanfaatkan,” tuturnya.

“Melalui organisasi KNPI, kami akan mendorong pemuda untuk kembali mendekat ke para pemuka agama sebagai wujud Banten akhlaqul karimah,” pungkas Rano.(*)