TMMD di Jawilan Serang; TNI Bukan Hanya Membangun Fisik, Tapi Juga Merakyat

PEMERINTAHAN SERANG

SERANG – Menjelang berakhirnya program TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) ke-202 yang dilaksanakan Kodim 0602/Serang di Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, pada tanggal 8 Agustus 2018 mendatang, Ketua Tim WASEV Inspektur Umum di Jajaran IRJENAD, Brigjen TNI Darmono didampingi Kasdim 0602/Serang Mayor Inf, Faizal Amin, melakukan kunjungan ke lokasi digelarnya program TMMD tersebut, Kamis (2/8/2018).

Brigjen TNI Darmono mengatakan, bahwa maksud kedatangannya tersebut merupakan tugas negara untuk mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan TMMD tersebut.

“Saya kesini untuk mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan TMMD, agar pelaksanaan yang ke-202 ini jadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Dikatakan Brigjen TNI Darmono, pelaksanaan TMMD yang digelar tahun ini berjalan relatif sama tanpa ada kendala berarti yang dihadapi.

“Saya kira relatif, karena TMMD itu tergantung variasi kondisi wilayah dan personil, tapi pada prinsipnya sama. Kalau ada perbedaan sedikit itu hal biasa,” ujarnya.

Ia menilai, sejumlah fasilitas umum yang dibangun lewat program TMMD hanya bentuk fasilitas untuk bisa lebih memaknai arti kemanunggalan dan kebersamaan oleh semua unsur yang terlibat dalam program TMMD tersebut.

“Seperti ini, fisik hanya fasilitas saja, tapi bagaimana rakyat, TNI/Polri dan aparat negara lainnya bersatu disini. Inilah wujud kebersamaan, kemanunggalan antara kita,” ungkapnya.

“TMMD itu bukan hanya fisik, karena kalau fisik aja di era sekarang itu kan tekhnologi sudah maju, semuanya sudah dengan IT, bukan seperti dulu era padat karya, yang kita harus mengumpulkan rakyat. Tapi bagaimana petugas merakyat, bersatu dengan mereka, metodenya dengan makan bersama, tidur berbaur dengan mereka,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa kemanunggalan merupakan cerminan bangsa Indonesia yang di dalamnya ada persatuan dan kesatuan yang harus dijaga untuk bisa membangun bangsa menjadi lebih maju lagi.

“Dengan kebersamaan itu kita bisa menjadi kuat, karena untuk menjaga negara ini untuk tetap kuat, harus ada kemanunggalan semua unsur bangsa,” tegasnya.

“Kemanunggalan itu untuk memupuk kebersamaan, kita bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Itulah makna yang bisa kita ambil, kebersamaan untuk membangun bangsa ini sesuai kapasitasnya,” imbuhnya.

Ia pun berharap, jalan penghubung antara Desa Pagintungan dan Desa Cemplang sepanjang 6.400meter yang dibangun lewat program TMMD tersebut bisa dijaga dan dirawat, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah daerah.

“Hasil fisik yang kita bangun ini kita rawat dan jaga bersama, karena ini milik rakyat. Karena ini daerah jadi wewenangnya ada di Pemda sesuai tingkatan klasifikasinya, ini akan tetap dirawat oleh negara, perawatan pasti ada. Saya yakin pemerintah akan konsen, karena dilihat potensi yang ada, jalan ini menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain yang memiliki potensi hasil bumi yang bisa dikembangkan, dan nantinya itu akan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” tandasnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *