Tradisi ‘Mikran’ Setiap Bulan Ramadhan, Masih Adakah di Masjid Sekitar Kita?

BANTEN CILEGON

CILEGON- Dalam bulan Ramadhan, selain diwajibkan berpuasa, umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan ibadah sunnah, salah satunya adalah tadarus Al-Qur’an. Yang dalam pelaksanaannya Di Kota Cilegon, sudah menjadi salah satu tradisi yang dilakukan hanya pada setiap malam bulan dimana Al-Qur’an diturunkan, yang masyarakat Cilegon menyebutnya Mikran.

Meski tadarus Al-Qur’an bisa dilakukan setiap waktu di bulan-bulan lainnya. Namun, dalam tradisi Mikran ini, warga Cilegon mengerjakannya di masjid maupun mushola kampungnya dengan mic atau pengeras suara ini agar berkumandang dan bisa didengar oleh warga yang berada di sekitarnya.

Seperti yang terpantau faktabanten.co.id pada malam Ke-3 bulan Ramadhan atau Jum’at (18/5/2018),di Masjid Jami’Al-Furqon Kampung Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon. Belasan remaja setempat tampak bergantian membaca Ayat demi ayat kitab suci Al-Qur’an hingga menjelang waktu sahur tiba.

“Mikran ini dimulai sesudah Shalat Tarawih dan Taqobalan (tradisi keagamaan), semalam biasanya sampai dua juzz. Kata ustadz sih pakai pengeras suara masjid ini biar warga lainnya bisa mendengar lantunan Al-Qur’an dan ikut mendapatkan pahala,” kata Dendi, salah satu remaja yang sedang menunggu giliran Mikran.

Menurutnya, tradisi Mikran ini sudah ada sejak zaman dulu yang diwariskan oleh para leluhur kampungnya, dan hingga kini masih terus terus dipertahankan.

“Biasanya sebulan khatam (Al-Qur’an) dua sampai tiga kali. Sudah ada sejak zaman dulu. Sebelum saya lahir juga katanya Mikran sudah ada. Tradisi ini sangat baik, bulan Ramadhan kan bulan diturunkannya Al-Qur’an, jadi bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam,” ujarnya.

Bukan hanya di Kampung Palas, di Kampung-kampung lainnya di kota santri yang kini lebih bangga menjadi kota industri tersebut, setiap malam bulan Ramadhan masih terdengar suara Mikran berkumandang dari pengeras suara masjid-masjid dan mushola. Dan bisa dikatakan Mikran ini sudah menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat Cilegon disetiap bulan suci Ramadhan. Bahkan kabarnya, selain di Cilegon, tradisi Mikran ini juga menjadi tradisi di wilayah Banten lainnya.

Bagaimana di masjid Kampung kawan fakta, masih ada tradiai Mikran kan ? (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *