Video Kekerasan Terduga Oknum PKI & Hendak Bunuh Ulama di Pandeglang Viral di Medsos

PANDEGLANG

PANDEGLANG – Video seseorang yang mendapatkan perlakuan kekerasan oleh sejumlah warga di Kampung Ciwalet Kelurahan Sukaratu Kecamatan Majasari, saat ini viral di Media Sosial khususnya di Facebook dan WhatsApp.

Pasalnya seseorang yang mendapat perlakuan kekerasan tersebut dituduh sebagai penganut Partai Komunis Indonesia (PKI) serta dituduh hendak menganiaya serta melakukan pembunuhan terhadap pimpinan pondok pesantren yang dipimpin oleh KH. Encep Muhaemin. Karena para warga dan santri curiga akan dengan gerak-geriknya yang selalu berkeliaran di sekitar pondok pesantren.

Video yang viral di Facebook maupun di aplikasi WhatsApp sejak Sabtu (12/2). Tak ayal video tersebut membuat resah masyarakat, hingga pihak kepolisian turun tangan.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pandeglang, AKBP Indra Lutiarto Amsono, menyatakan bahwa pria yang dituduh sebagai penganut Partai Komunis Indonesia dan dituduh hendak membunuh pimpinan pondok pesantren itu tidak terbukti, bahkan pihaknya mengklaim bahwa pria yang dituduh tersebut mengalami gangguan jiwa atau orang gila.

“Pria yang dituduh sebagai penganut PKI dan hendak membunuh pimpinan pondok pesantren tersebut tidak terbukti, berdasarkan penyelidikan tim kami pria tersebut mengalami gangguan jiwa atau sebagai orang gila,” ujarnya saat menggelar Konferensi pers di Ruang kerjanya, Senin (12/2).

Pria yang mempunyai pangkat berlambang tiga bunga melati tersebut menjelaskan, berdasarkan penyelidikan jajarannya, pria yang dituduh hendak membunuh kiayi tersebut tercatat sebagai warga Cipayung Jakarta Timur dan tercatat sebagai salah satu penghuni Rumah Sakit Jiwa di Jakarta yang kabur pada 27 Desember 2017 lalu.

“Pria tersebut mengalami gangguan jiwa dan hasil lidik kami pria tersebut tercatat sebagai penghuni disalah satu Panti Sosial yang menangani orang yang mempunyai gangguan jiwa,” bebernya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat dan para alim ulama atau pengasuh pondok pesantren yang ada di kabupaten Pandeglang untuk tetap tenang dan waspada.Selain itu pihak kepolisian juga akan mengintensifkan patroli maupun sambang ke tempat para alim ulama di Pandeglang dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Kami himbau kepada masyarakat maupun para alim ulama untuk tetap tenang dan waspada, jika ada orang yang dicurigai hendak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan segera lapor ke pihak kepolisian,” harapnya.

Terpisah, KH Encep Muhaemin Pimpinan Pondok Pesantren melalui rekaman videonya yang direkam dan ditunjukkan oleh pihak kepolisian menyatakan, bahwa video yang beredar mengenai seorang pria yang mendapatkan perlakuan kekerasan dari warga karena telah dituduh sebagai antek-antek PKI serta hendak melakukan percobaan menganiaya serta percobaan pembunuhan kepada dirinya yang saat ini viral di media sosial itu tidak terbukti.

Pihaknya meminta kepada seluruh para alim ulama dan masyarakat untuk tenang, namun tetap harus waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami himbau kepada ulama dan masyarakat agar jangan takut dengan isu-isu yang berkembang apalagi sampai berhenti berdakwah, kita harus terus berdakwah di jalan Allah. Karena berani atau tidak berani Ajal untuk Seseorang sudah Allah tentukan,” himbaunya. (*/Gatot)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *