www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten
HUT-RI__Berkarya_Al-khairiyah_Muhib

Viral, Kondektur Bus Labuan-Kalideres Arogan Saat Tagih Ongkos Penumpang

1
HUT RI__Embay_yadi_Hipmi

PANDEGLANG – Baru-baru ini dunia maya kembali digegerkan dengan beredarnya vidio tindakan dan perilaku arogan dari seorang kondektur bus jurusan Labuan-Kalideres, yang menagih ongkos kepada penumpang dengan menaikkan tarifnya dua kali lipat secara paksa.

Vidio yang dibagikan akun sosial milik seorang netizen Windoll Supiyana pada 30 Mei 2019, saat ini pada pukul 08.55 wib sudah direspon netizen hingga 70 Komentar, 90 dibagikan dan 2.870 tayangan.

Akun tersebut mengunggah vidio berdurasi 0:30 detik dengan caption yang menyindir.

HUT RI_BPS_Dynasty_PCNU

Dalam unggahan itu, memang tidak dijelaskan pada bus apa kejadian tersebut berlangsung. Namun di sejumlah kolom komentar, netizen menduga kondektur tersebut biasa bertugas di bus PO ASLI.

Menta ongkos apa Mers jalema lur 😈💩 karunya kanu nu boga ongkos pas pas an 😈 doang tabae gajih nu garawe UMR kabeh 😈 (meminta ongkos atau meras orang, kasihan yang punya ongkos pas-pasan, kayak gajih pekerja UMR semuanya-red),” tulisnya cetus di akun medsos.

HUT_LMP_MDC__IED_LMP

Berbagai komentar bijak dan pedas pun bermunculan hingga para pejabat Pemerintah Kabupaten Pandeglang pun disinggung oleh netizen.

HUT RI_Nasdem_SMKN_Samangraya

Salah satunya adalah Leli SayNicin’y Mahendra, yang mengeluarkan kalimat bijaknya, bahwa meminta uang dengan cara memaksa adalah tindakan yang tidak baik.

“Gk bermanfaat Itu uang nya wlpun banyak tp gk barokah Karena dgn paksaan Minta nya Klu mau naikin ongkos lebaran y sewajar nya aj jgn terlalu tinggi orang jg pasti ngerti klu dgn Cara seperti Itu orang ngasih gk ikhlas pasti ngedoain nya buruk. Kasian anak keluarga makan uang rampasan,” cetusnya.

Selain itu, akun facebook atas nama Rahmat yang mengaku mengalami sendiri kejadian tersebut, dan mencurahkan pengalamannya pada kolom komentar tersebut. Ia mengaku dimintai ongkos hingga dua kali lipat.

Urang Kamri Pas Poe Kemis Balik (saya kemarin pas pulang-red), Ti Kalideres biasa 40 paling gede 50 (dari Kalideres biasa Rp 40-50 ribu paling besar-red). Etamah Mani 80 (itu mah sampe Rp 80 ribu-red), Nu Kiraang 5 Rebu baegeh Diturunken Di Jalan. Sadis, Mejeh Ngmongna Ngegas (yang kurang lima ribu aja diturunin di jalan. Sadis, udah bicaranya nada tinggi-red),” jelasnya

Sementara diketahui, Dinas Perhubungan menginformasikan bahwa tarif Labuan-Kalideres hanya sebesar Rp 30 ribu rupiah, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM. 36 Tahun 2016 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK. 1917/AJ/.081/DRJD/2016.

Namun fakta di lapangan hal itu tidak diberlakukan oleh oknum pengemudi bus tersebut, hingga akhirnya beredar viral sebuah vidio yang diunggah netizen ini. (*/Dave)

HUT RI_CAMAT_CCSR_Karang Taruna

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

error: www.faktabanten.co.id