Warga Cibeber Keluhkan Tumpukan Sampah di Lingkungan Pemukimannya

CILEGON – Persoalan sampah di Kota Cilegon sepertinya menjadi persoalan serius yang perlu adanya kesigapan dan kebijakan pemerintah daerah untuk mengatasinya. Sehingga keberadaan sampah tersebut kerap mengganggu kenyamanan warga.

Seperti tumpukan sampah yang berada di pemukiman warga Link. Cibeber Wetan RT 06/02 Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber ini.

Selain itu, sampah-sampah juga banyak terdapat di Daerah Aliran Kali (DAK) di kawasan tersebut, yang ketika hujan deras turun kerap menimbulkan banjir. Dengan kondisi ini tentu saja dikeluhkan oleh warga setempat.

“Ini kan bukan tempat sampah, kenapa banyak sampah menumpuk di dekat rumah saya begini. Baunya kadang bikin nggak tahan, banyak lalat juga. Sedangkan ini sudah berlangsung lama dan seakan tidak pernah ada solusi baik dari warga maupun pemerintah. Kalau sampah di kali itu mah sampah kiriman dari hulu, kadang itu juga yang jadi penyebab banjir di kampung ini,” keluh Syukur, kepada faktabanten.co.id, Jum’at (12/1/2018).

Lebih lanjut Syukur menjelaskan, meskipun tumpukan sampah tersebut diakuinya berasal dari pembuangan sampah rumah tangga warga setempat. Namun ia menanyakan peranan Pemkot Cilegon untuk menyediakan fasilitas penampungan dan angkutan sampah di tempatnya.

“Kalau warga memang tahu kesadarannya rendah untuk tidak buang sampah sembarangan, pemerintah harusnya tidak cukup dengan mengimbau atau sosialisasi doang. Tapi sediakan tempat sampah di kampung ini untuk penampungan sementara, juga angkutan ke TPA yang berkesinambungan. Tolong pak Lurah, pak Camat, pak Kadis tinjau ke kesini,” terangnya.

Keluhan juga diungkapkan oleh warga lainnya Mohammad Noor yang sampai memposting foto-foto dan suara keluhannya melalui akun Facebooknya beberapa hari yang lalu.

“Kalau pengaduan dan perlu uluran tangan pemerintah melihat kondisi sungai dan sampah seperti ini kemana yach? Supaya selain ngurusin taman kota. Kiranya kesehatan lingkungan dan masyarakat juga jauh lebih penting,” tegasnya.

“Tolong siapa bisa menjembatani dan menyalurkan pertanyaan tersebut pada pihak yang pantas menjawabnya?” tulis Mohammad Noor. (*/Ilung)