www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten
Al-Khairiyah Header

Warga Ciwandan Bantah Ada Pro Kontra Dibukanya Pintu Gerbang PT PFI

KTI, BPKAD, Indocement__Wakil Walikota
0

CILEGON – Ketua RT 16 RW 07 link Tegal Buntu, Kecamatan Ciwandan Mufrodi, mengaku kaget adanya isu di masyarakat bahwa di lingkunganya terjadi perpecahan antara masyarakat yang setuju dan tidak setuju dengan dibukanya kembali pintu gerbang PT. Permata Food Indonesia (PFI). Dia menyayangkan adanya isu perpecahan tersebut. Menurutnya isu tersebut Hoax alias bohong.

“Isu yang beredar di masyarakat bahwa adanya perpecahan itu tidak benar, isu tersebut Hoax alias bohong,” katanya kepada Faktabanten di salah satu rumah makan yang berada di Ciwandan, Kamis (14/3/ 2019) malam.

DLH, PCM, Purwakarta

Menurutnya kesimpangsiuran informasi tersebut berawal dari kesalahpahaman warga pada saat kedatangan PT. Abadi Jaya Insani (AJI) pada hari Sabtu (9/3/2019) lalu ke kediamannya.

Kedatangan PT AJI adalah untuk bersilaturahmi dan keinginan PT AJI datang ke rumahnya adalah untuk bermusyawarah kepada warga terkait perekrutan karyawan dan kerjasama antara PT AJI dan warga.

“Yang datang ke rumah saya itu bukan PT. Permata Food Indonesia ( PFI) melainkan PT. Abadi Jaya Insani (AJI) dan kedatangannya itu untuk bersilaturahmi kepada warga link Tegal Buntu dan Kramat terkait perekrutan karyawan dan kerjasama dengan warga.
Karena kebetulan saya Ketua RT dan lokasi tersebut berada di lingkungan saya maka silaturahmi itu dilakukan di tempat saya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya memang benar pada saat audensi itu ada sedikit perdebatan. Namun perdebatan itu tidak berlangsung lama dan semuanya kembali semula.

“Sekali lagi saya katakan bahwa yang datang itu bukan PT. PFI melainkan PT. AJI yang rencananya akan menempati gedung tersebut sebagai tempat aktifitasnya dalam berusaha dan kedatangan PT. AJI itu bukan untuk membuka pintu gerbang melainkan untuk bermusyawarah terkait perekrutan karyawan dan kerjasama dengan Koperasi RT yang ada di link Kelurahan Tegalratu,” katanya.

Masih dikatakan Mufrodi, adanya aksi pemasangan spanduk yang menolak agar pintu tersebut tidak dibuka kembali dan penutupan pintu gerbang dengan batu Boldas oleh warga Ia berharap warga untuk menurunkan dan menyingkirkan batu tersebut. Menurutnya dengan adanya batu di depan pintu itu menghalangi warga yang parkir untuk melakukan ibadah.

Ciwaduk_Bendungan_Warnasari__Wakil walikota

“Saya berharap warga menurunkan spanduk tersebut dan menyingkirkan batu boldas yang ada di depan pintu gerbang tersebut karena dengan adanya batu itu menghalangi warga yang akan parkir untuk beribadah di Masjid yang berada di sisi jalan,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Hariri Kholik selaku Ketua RW 07 sekaligus Tokoh Masyarakat. Ia menerangkan bahwa warga Tegal Buntu dan Kramat kondusif dan tidak ada gesekan semuanya baik – baik saja.

“Nggak ada, aman – aman aja kok, kalau ada perdebatan itu lumrah agar kita lebih dewasa lagi dalam berpikir,” terangnya.

“Dan pada rembug warga di Kediaman Pak Mufrodi itu bukan membahas rencana pembukaan pintu gerbang melainkan persolan perekrutan karyawan dan rencana kerjasama dengan Koperasi RT,” imbuhnya.

Sementara itu di tempat yang sama Sony Prabowo selaku Operasional Manager PT AJI (Abadi Jaya Insani) membenarkan bahwa kedatanganya pada Sabtu (9/3/2019) lalu adalah untuk bersilaturahmi dan bermusyawarah kepada warga link Tegal Buntu dan Kramat terkait keinginan perusahaanya yang akan menempati gedung tersebut sebagai tempat usahanya. Dan bukan untuk membuka pintu gerbang tersebut.

“Ini sudah kebiasaan perusahaan kami yang selalu mengedepankan pola humanis dengan melakukan Kulonuwun kepada warga setempat sebelum kami melakukan aktifitas di tempat tersebut,” ujarnya.

Lagi pula kedatangan kami di kediaman Pak Mufrodi lanjutnya adalah untuk beraudensi kepada warga terkait perekrutan karyawan dan kerjasama dengan warga bukan untuk membuka pintu gerbang tersebut.

“Saya berharap warga mengerti dengan persoalan ini dan terus terang pimpinan PT. AJI itu adalah orang sini (Orang Ciwandan) dan bukan perusahan luar. Tidak mungkin perusahaan kami akan melakukan hal buruk kepada warga. Kalau kami melakukan hal yang kurang baik maka nama baik perusahaan kami akan tercoreng, dari awal berdiri hingga sekarang PT AJI selalu mengedapankan pola – pola humanis, baik dengan warga maupun dengan karyawan yang bekerja,” tukas Sony. (*/Red)

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

error: www.faktabanten.co.id