Dolar Menguat, PT PCM Cilegon Antisipasi Dampak Penurunan Aktivitas Kapal

CILEGON — Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai dirasakan pelaku usaha di sektor kepelabuhanan.
PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mewaspadai potensi penurunan volume pergerakan kapal akibat meningkatnya biaya operasional yang dipicu kenaikan kurs dolar AS dan harga minyak dunia.
Direktur PT PCM Cilegon, Muhammad Willy, mengatakan perubahan nilai tukar dolar memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan karena sebagian besar komponen biaya usaha berkaitan dengan harga minyak dunia yang menjadi acuan aktivitas pelayaran.
“Dulu kami menyusun anggaran dengan asumsi kurs sekitar Rp16 ribu per dolar AS. Sekarang sudah mendekati Rp18 ribu. Tentu biaya operasional meningkat karena aktivitas kapal kami mengacu pada harga minyak dunia,” kata Willy, ditulis, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, dampak penguatan dolar tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga para pelanggan atau pengguna jasa yang menjadi mitra bisnis PT PCM.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas usaha para pelanggan yang pada akhirnya berdampak pada berkurangnya pergerakan kapal.
“Dari sisi bisnis sangat berpengaruh. Masing-masing pelanggan kami juga mengalami tantangan yang sama sehingga berdampak pada penurunan volume. Jika volume usaha mereka turun, maka pergerakan kapal yang menggunakan jasa kami juga berkurang,” ujarnya.
Menurut Willy, dalam kurun waktu sekitar empat tahun terakhir terjadi peningkatan biaya yang cukup signifikan.
Jika sebelumnya nilai tukar dolar berada di kisaran Rp11 ribu per dolar AS, kini telah mendekati Rp18 ribu per dolar AS sehingga menambah beban operasional perusahaan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, PT PCM terus melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk pengendalian biaya operasional dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga keberlangsungan aktivitas usaha.
“Saat ini kami berusaha mengendalikan biaya operasional dan memaksimalkan komunikasi dengan para pelanggan maupun stakeholder terkait agar aktivitas bisnis tetap berjalan,” tuturnya.
Sementara itu, tekanan ekonomi yang dipicu penguatan dolar AS belum memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan daerah di Kota Cilegon.
Pemerintah Kota Cilegon mencatat realisasi penerimaan pajak daerah masih berjalan sesuai target meskipun kondisi ekonomi global tengah menghadapi berbagai tantangan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade, mengatakan hingga saat ini kenaikan nilai tukar dolar AS belum memengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya kepada pemerintah daerah.***


