CILEGON – Kota Cilegon sempat dikepung banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga pasca hujan ekstrem pada Sabtu dan Minggu, 7-8 Maret 2026 lalu.
Bukan hanya warga, sejumlah tempat usaha juga menjadi korban dan terdampak dari anomali cuaca tersebut.
Termasuk dialami oleh PT Krakatau Sarana Properti (KSP) yang sejumlah fasilitasnya terdampak banjir secara langsung.
Basement Hotel Tower Hotel The Royale Krakatau terendam, bahkan tembok pagar area lapangan Golf milik PT KSP juga ambruk akibat derasnya terjangan air.
Meski menjadi korban, PT Krakatau Sarana Properti (KSP) tetap menunjukkan empatinya untuk warga sekitar yang juga menjadi korban banjir cukup parah kali ini.
PT KSP saat itu langsung menyalurkan sebanyak 300 paket bantuan untuk korban di tiga kelurahan, yakni Kotabumi, Kebondalem, dan Rawaarum, masing-masing sebanyak 100 paket.
“Meskipun skala bantuan sedikit menurun, program tetap berjalan dan menjadi prioritas kami,” ungkap Senior Officer Corcom PT KSP, Verdi, dalam keterangannya.
PT KSP juga telah menganggarkan program jangka menengah berupa normalisasi aliran air untuk mencegah banjir di masa mendatang.
Normalisasi tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2026 di wilayah-wilayah terdampak.
“Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami, sekaligus mendukung pemulihan warga pasca-banjir,” pungkasnya
Corporate Secretary PT KSP, Nur Damayanti, menjelaskan bahwa anomali cuaca yang menyebabkan curah hujan ekstrem ternyata berdampak juga pada area lapangan golf, yang selama ini telah berfungsi sebagai salah satu kawasan terbuka hijau, sekaligus area resapan air alami.
Menurutnya, setidaknya area lapangan golf telah menahan derasnya aliran air pada momen cuaca ekstrem tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberadaan lapangan golf justru membantu menahan dan menyerap sebagian besar aliran air hujan sehingga memperlambat limpasan air menuju kawasan permukiman di sekitarnya.
Namun, dengan kondisi curah hujan yang ekstrem pada malam kejadian, kapasitas resapan dan penahan air di kawasan tersebut mengalami tekanan yang sangat besar, hingga sebagian tembok pembatas di area lapangan golf akhirnya jebol.
“Akibatnya, sebagian struktur pembatas tidak mampu menahan debit air yang terus meningkat,” ujar Nur Damayanti dalam keterangan tertulisnya.
Meski sebagai korban, PT Krakatau Sarana Properti tetap merasa bertanggungjawab untuk menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Selain itu, bantuan juga diberikan oleh sejumlah perusahaan yang tergabung di Krakatau Steel Group kepada korban banjir di sejumlah wilayah.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan di lapangan, berharap trauma warga dapat segera pulih, dan tidak terulang lagi musibah seperti yang sebelumnya terjadi,” harap Nur. (*/Nandi)