CILEGON – Kelompok 01 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Al-Khairiyah yang dilaksanakan di Kampung Cinangka, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, dalam bidang pendidikan lebih fokus mengisi waktu luang anak-anak.
Fahruroji mahasiswa Unival yang tergabung dalam kelompok 01 menyampaikan, kegiatan pendidikan yang dilakukan kelompoknya dilaksanakan di posko KKM. Menurutnya, kegiatan KKM menjadi momentum berbagi ilmu pendidikan di tingkat MDTA Al-Al-Khairiyah.
Ia menjelaskan, dampak adanya pandemi Covid-19 membuat kehadiran KKM sangat dinantikan, terutama untuk membantu kegiatan belajar atau mengajarkan berbagai macam mata pelajaran.
“Kami mengajar pada hari Senin-kamis pada jam 1 siang. Pelajaran yang kami sampaikan mulai dari pelajaran akidah akhlak, bahasa Arab, Ski, Qur’an hadits, kaligrafi dan menggambar,” kata Fahruroji kepada Fakta Banten, Selasa (3/8/2021).
Selain itu lanjutnya, setiap hari Minggu kelompok 01 KKM Unival juga ikut menggelar senam dan gotong royong. Tentunya semua kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
Katanya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dalam bidang belajar dan meyakinkan anak desa, bahwa mereka juga bisa mengenyam pendidikan tinggi. Terutama untuk mengangkat derajat orangtua dan desa asalnya.
Senada disampaikan Feby, Ketua Kelompok 01 KKM Unival, selain itu pihaknya juga melakukan kegiatan belajar mengajar di MDTA Al-Khairiyah 1dan 2. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari pada pukul 13:00 siang.
“Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung para anak-anak MDTA Al-Khairiyah 1dan 2 terlihat antusias dan bersemangat mengikuti materi pelajaran yang di berikan. Namun dalam situasi saat ini anak-anak dan para guru tetap menerapkan protokol kesehatan guna menjaga tubuh agar tetap sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 01 KKM Unival Teddy Apriliadi menuturkan, pembelajaran di Desa Cinangka harus dengan protokol kesehatan yang ketat, agar siswa dan guru bisa belajar dengan nyaman dan selalu sehat.
“Serta pembelajaran harus menyenangkan, bisa dibuat dengan metode fun-learning, bahkan bisa diselingi dengan menari dan bernyanyi bersama ketika belajar,” pungkasnya. (*/Ihsan)