CILEGON — Warga di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, membongkar pagar milik PT Krakatau Steel (KS) yang dinilai menghambat aliran air banjir.
Aksi tersebut dilakukan oleh warga di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kelurahan Kubangsari, Cigading, dan Kepuh, menyusul banjir yang melanda kawasan tersebut pada Jumat (2/1/2026).
Pembongkaran pagar dilakukan sebagai bentuk l upaya darurat warga agar air banjir dapat mengalir keluar dari kawasan permukiman.
Pagar milik KS tersebut diketahui membentang cukup panjang di sepanjang jalan raya Anyer–Cilegon, mulai dari wilayah Kubangsari hingga kawasan KBS.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Cilegon yang juga merupakan warga Link Panauan, Kelurahan Cigading, Kecamatan Ciwandan, Ahmad Aflahul Aziz, membenarkan adanya aksi pembongkaran pagar tersebut.
Menurutnya, tindakan itu dilakukan karena warga menilai keberadaan pagar menghambat jalur air saat debit banjir meningkat.
“Menghambat jalan air, jadi dibongkar warga biar air lancar keluar dari wilayah pemukiman,” ujar Aziz, Sabtu (3/1/2026).
Warga setempat menyebut banjir yang terjadi pada awal tahun 2026 ini sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Tingginya intensitas hujan dan buruknya sistem drainase disebut menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga di wilayah Ciwandan.
Sementara itu, pihak PT Krakatau Steel mengaku belum menerima laporan lengkap terkait pembongkaran pagar oleh warga.
Corporate Secretary Krakatau Steel, Fedaus, mengatakan pihaknya masih akan melakukan pengecekan di lapangan.
“Saya belum dapat updatenya mas, kita akan cek dahulu,” ujar Fedaus, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, perusahaan belum dapat memberikan tanggapan lebih lanjut terkait sikap KS atas kejadian tersebut.
Menurutnya, wilayah tersebut memang dikenal sebagai kawasan rawan banjir sehingga diperlukan solusi komprehensif agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Belum bisa comment mas, karena memang daerah tersebut adalah daerah langganan banjir, perlu dicari solusi terbaik agar tidak terulang kembali, kita cari solusi terbaik ya untuk semuanya,” pungkasnya. (*/ARAS)