CILEGON – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon dan diikuti puluhan wartawan dari berbagai media di Banten, resmi ditutup pada Sabtu (6/12/2025).
Selama dua hari pelaksanaan sejak Jumat (5/12), para peserta dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama diuji untuk memastikan kapasitas profesionalisme dan kelayakan kompetensi di bidang jurnalistik.
Sejumlah peserta yang dinyatakan kompeten diharapkan mampu memegang teguh etika profesi sebagai pilar utama dalam menjalankan tugas kewartawanan.
Direktur UKW PWI Pusat, Aat Surya Syafaat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian ujian hingga selesai.
“Selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten. Bagi yang belum kompeten, jangan berkecil hati karena masih ada waktu untuk terus belajar,” ujarnya.
Aat menegaskan bahwa kompetensi wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis menulis, tetapi juga dari integritas dan penerapan etika profesi di lapangan.
“Setelah lulus, jangan berhenti menulis. Tidak hanya berita, tetapi juga opini agar nama kita dikenal. Sepandai apa pun, jika tidak memiliki etika, maka semuanya akan runtuh,” tegasnya.
Ia mengingatkan, wartawan harus terus mengedepankan profesionalisme, kegigihan, dan sopan santun dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Menulislah hal-hal yang positif untuk masyarakat, mencerahkan publik, dan memberi kontribusi bagi warga Banten serta Indonesia,” pesan Aat.
Sementara itu, salah satu peserta UKW jenjang Muda, Badiaman Sinaga, yang akrab disapa Naga, turut mengungkapkan kesan pengalamannya mengikuti ujian tersebut.
“Dua hari pelaksanaan UKW ini memberikan banyak pelajaran berharga. Saya menjadi wartawan sejak 2008 dan sebelumnya sempat mengikuti UKW namun belum kompeten. Semoga kali ini saya bisa dinyatakan kompeten,” ucapnya.
Naga menyebutkan, materi pembekalan dalam UKW diharapkan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan profesi jurnalistik di era digital saat ini.
“Profesi jurnalis luar biasa. Namun kita juga masih menghadapi tantangan seperti adanya oknum yang memanfaatkan profesi untuk menakut-nakuti pejabat. Itu menjadi PR kita semua untuk terus melakukan edukasi,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, ia memberikan apresiasi kepada PWI sebagai penyelenggara.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Edukasi yang diberikan benar-benar bermanfaat. Semoga ke depan semakin baik. Sukses selalu untuk PWI,” tutupnya.***