Anda bilang:
CILEGON – Aktivitas pertambangan galian batu dan tanah di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, terus menuai keluhan dari warga setempat.
Selain dikhawatirkan memicu banjir dan longsor, warga dari tiga RT di Lingkungan Gerem Bayur mengeluhkan kondisi air bersih yang kini berubah keruh.
Warga menduga kekeruhan tersebut disebabkan oleh aktivitas pertambangan yang dinilai dilakukan secara tidak terkendali.
Warga juga menyoroti tidak adanya sosialisasi maupun pemberitahuan dari pihak pengelola kepada masyarakat sekitar sebelum kegiatan galian berlangsung.
Salah seorang Ketua RT di lingkungan tersebut mengatakan, keresahan warga semakin meningkat karena dampak aktivitas pertambangan dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat ini kami bersama warga di Gerem, khususnya tiga RT di Lingkungan Gerem Bayur, terus menyoal aktivitas pertambangan yang tidak pernah meminta izin maupun memberikan pemberitahuan kepada warga,” ujarnya kepada Fakta Banten, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, keluhan paling banyak disampaikan warga terkait kondisi air bersih yang kini keruh dan diduga kuat terdampak aktivitas galian.
“Warga juga berencana melayangkan surat kepada pemerintah agar aktivitas pertambangan yang berpotensi merugikan masyarakat tersebut dapat dihentikan secara total,” tegasnya.
Sebelumnya, aktivitas galian di wilayah itu juga dikeluhkan sejumlah warga pemilik lahan yang tanahnya diambil.
Alih-alih meratakan lahan, kegiatan tersebut justru meninggalkan lubang-lubang dalam yang dinilai membahayakan lingkungan sekitar.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya, perwakilan pengelola galian bernama Ayatullah dari PT Tirta Maju Berkah (TMB) mengklaim bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan telah mengantongi izin lengkap.
Ia juga menyatakan pihaknya tetap memprioritaskan aspek keselamatan serta dampak lingkungan dalam setiap kegiatan operasionalnya.***