Aktivitas Tambang di Gunung Taka Ciwandan; Sudah Tampak Kerusakan Lingkungan dan Bawa Dampak Negatif pada Warga Sekitar

 

CILEGON – Sejumlah warga mengeluhkan aktivitas tambang batu di Gunung Taka, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Kegiatan penambangan yang sudah lama beroperasi tersebut dinilai menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kenyamanan masyarakat sekitar.

Warga menilai aktivitas tambang telah merusak ekosistem perbukitan serta menimbulkan kebisingan akibat operasional alat berat.

Deru mesin yang berlangsung hampir setiap hari dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama pada jam-jam tertentu.

Selain kebisingan, lalu lintas kendaraan pengangkut material tambang juga memperparah kondisi infrastruktur jalan.

Salah satu akses menuju permukiman warga dilaporkan nyaris dikuasai oleh lalu lalang truk bermuatan material, yang menyebabkan jalan rusak dan berdebu.

Meski sebagian kecil warga dilibatkan sebagai tenaga kerja, seperti penjaga lokasi tambang, masyarakat menilai keberadaan tambang belum memberikan manfaat nyata secara menyeluruh.

Dampak yang ditimbulkan dinilai tidak sebanding dengan keuntungan yang dirasakan warga sekitar.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan aktivitas tambang tersebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan berbagai gangguan.

“Kalau dampaknya ke warga jelas ada. Paling terasa itu bising dari alat berat seperti beko dan mesin lainnya. Jalan juga jadi rusak dan berdebu,” ujar warga yang tinggal tidak jauh dari aktivitas tambang itu.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini warga belum pernah menerima bantuan maupun kompensasi dari pihak pengelola tambang.

“Seingat saya belum pernah ada bantuan atau istilahnya kompensasi usaha ke warga. Saya sudah lama tinggal di sini,” katanya.

Warga berharap pihak pengelola tambang lebih memperhatikan kelestarian lingkungan serta menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di sekitar lokasi tambang.

“Harapannya, aktivitas usaha tetap memikirkan lingkungan dan lebih peduli terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola atau pengusaha tambang gunung taka terkait tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut. (*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment