CILEGON – Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono meminta PT ASDP Indonesia Ferry menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, guna mengantisipasi kepadatan penyeberangan, terutama menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Bambang mengatakan antrean panjang kendaraan kerap terjadi di lintasan penyeberangan Merak – Bakauheni meski jumlah kapal terus bertambah setiap tahun.
“Setiap kali di lintasan Merak selalu terjadi antrean panjang. Padahal jumlah kapal terus ditambah setiap tahun,” kata Bambang di Merak, Cilegon, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, saat ini jumlah kapal yang tersedia mencapai 72 unit, namun yang dapat beroperasi hanya sekitar 28 kapal karena keterbatasan dermaga di pelabuhan tersebut.
“Dari total 72 kapal, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Artinya satu dermaga rata-rata hanya melayani empat kapal. Sekitar 44 kapal atau lebih dari 60 persen kapal tidak bisa dioperasikan karena kurangnya dermaga,” ujarnya.
Bambang menilai kondisi tersebut menyebabkan inefisiensi dalam pelayanan penyeberangan, terutama saat periode puncak ketika kebutuhan transportasi masyarakat meningkat.
Ia pun meminta pemerintah segera menambah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, Bambang mengusulkan penambahan minimal tiga dermaga baru pada tahun depan.
“Dengan tambahan tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal lagi. Ini bisa meningkatkan kapasitas angkut dan mengurangi antrean kendaraan,” katanya.
Bambang juga menilai penambahan dermaga penting untuk mengantisipasi pertumbuhan angkutan logistik yang mencapai sekitar 10–12 persen per tahun, serta meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi dan wisatawan.
Selain itu, pembangunan jaringan jalan tol yang terhubung dengan Trans Sumatera diperkirakan akan meningkatkan arus kendaraan antara Pulau Jawa dan Sumatera.
Ia menambahkan, idealnya penambahan dermaga bisa mencapai lima unit agar mampu menampung hingga sekitar 20 kapal sekaligus, sehingga pemanfaatan armada kapal yang ada dapat lebih optimal.
“Karena itu kapasitas pelabuhan harus disiapkan dari sekarang agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat menyeberang,” katanya.***