CILEGON – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Sukmajaya 1, Kota Cilegon, mendapat dukungan istimewa dari sektor perhotelan.
Makanan untuk 156 siswa disiapkan langsung oleh tim dapur Aston Cilegon Boutique Hotel.
General Manager Aston Cilegon Boutique Hotel, Yani Karmilah, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif sosial Archipelago Group untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.
“Sebagai wujud komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan serta dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak sekolah, Aston Cilegon Boutique Hotel, bersama Aston Serang Hotel & Convention Center dan Aston Anyer Beach Hotel, telah melaksanakan kick off kegiatan dukungan terhadap di ke-3 SD Negeri di Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon atas inisiatif unggul dari CEO Archipelago, John Flood,” ujarnya, Sabtu (12/4/2025).
Makanan bergizi disiapkan menggunakan dapur dan staf profesional hotel tanpa membangun fasilitas baru.
“Sebanyak 156 siswa menerima makanan bergizi gratis, yang disiapkan menggunakan fasilitas dapur dan tim kuliner profesional dari jaringan hotel Archipelago International yang beroperasi di wilayah Banten. Kami menggunakan dapur yang sudah berjalan, dengan staf yang terlatih. Konsep ini bisa diterapkan di banyak tempat tanpa biaya besar. Ini bukan tentang membangun yang baru, tapi memberdayakan yang sudah ada,” tegasnya.
Semua makanan disajikan tanpa kemasan sekali pakai. Siswa dilatih mencuci alat makan sendiri sebagai bagian dari edukasi karakter dan kampanye lingkungan.
“Tidak hanya menyediakan makanan bergizi, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak yang lebih bertanggung jawab dan disiplin, seperti mencuci alat makan sendiri setelah makan dan menjaga ketertiban selama waktu makan bersama,” terangnya.
Yani menambahkan, program ini menjadi strategi jangka panjang Aston untuk bersinergi dengan masyarakat sekitar.
“Ini sebuah upaya strategis jangka panjang yang menuntut perencanaan matang dan pelaksanaan yang bertahap. Fokus utama terletak pada pembangunan pondasi yang kuat, dengan pendekatan yang konsisten dan berkesinambungan, guna memastikan setiap fase implementasi berjalan secara efektif dan berdaya tahan dalam jangka waktu yang panjang,” pungkasnya.(*/ARAS)