Ayu Lestari, Sosok di Balik Ketua Kwarcab Pramuka Cilegon yang Memilih Bahagia di Rumah

 

CILEGON – Di balik kesibukan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, ada sosok perempuan sederhana yang menjadi penopang kuat dalam kehidupannya.

Ia adalah Ayu Lestari, perempuan kelahiran tahun 1992 yang dikenal ceria, hangat, dan memilih mengabdikan hidupnya untuk keluarga.

Sejak muda, Ayu tumbuh sebagai pribadi mandiri. Ia menamatkan pendidikan di SMKKS jurusan Akuntansi dan langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus.

“Pas mau kuliah, karena udah asik banget kerja, udah bisa cari duit sendiri. Jadi mikirnya nanti dulu deh, soalnya udah tahu rasanya punya uang,” tuturnya sambil tersenyum, Kamis, (6/11/2025).

Kesibukannya di dunia kerja membawanya pada takdir pertemuan yang tak terduga. Saat menjadi resepsionis di sebuah perusahaan di kawasan industri Ciwandan, Ayu berkenalan dengan pria yang kini menjadi suaminya.

“Aku kerja di Redwood Indonesia, sekarang namanya Tereos. Waktu itu Pak Erza kerja di outsourcing perusahaan itu. Sering meeting, nganter invoice, akhirnya sering ketemu,” kisahnya mengenang masa awal perkenalan.

Dari pertemuan sederhana di meja resepsionis, dan sering bercanda dan tukar menukar nomor kontak, kedekatan mereka tumbuh cepat.

“Cuma tiga bulan aja kenal, enggak pacaran, langsung dilamar. Katanya, ‘Kamu mau enggak jadi istri aku? Kalau enggak mau, yaudah enggak jadi.’ Jadi agak dipaksa ya,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Setelah menikah, Ayu memutuskan untuk meninggalkan kariernya dan fokus mengurus rumah tangga.

“Pas hamil anak pertama tahun 2014, Pak Erza bilang, ‘Udah deh kamu di rumah aja.’ Akhirnya aku berhenti kerja. Tapi sempat bercanda juga, aku bilang gaji aku diganti lima kali lipat ya, dan dia deal,” ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Keputusan itu tak pernah ia sesali. Kini, Ayu sepenuhnya menikmati perannya sebagai istri dan ibu bagi tiga anak yang sudah duduk di bangku sekolah.

“Jadi ya sekarang hari-hari isiannya ngurus anak, rumah, dan nemenin suami,” katanya dengan nada bahagia.

Bagi Ayu, menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kehilangan jati diri. Justru dari peran itulah ia merasa menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.

“Emang cita-cita aku dari dulu begitu, kalau udah jadi istri pengennya fokus ke keluarga aja, enggak ngapa-ngapain yang jauh-jauh,” ucapnya.

Kini, di balik kesibukan suaminya memimpin kegiatan kepramukaan di Kota Cilegon, Ayu tetap menjadi sosok yang siap mendukung dalam diam.

“Aku cuma ingin memastikan semuanya nyaman di rumah, biar Pak Erza bisa fokus di luar. Buat aku, bahagia itu sesederhana melihat keluarga pulang dengan senyum,” pungkasnya lembut.***

Comments (0)
Add Comment