Banjir Cilegon Awal Januari 2026 Merendam Ratusan Hektare Lahan Pertanian

 

CILEGON – Banjir yang melanda Kota Cilegon pada Jumat (2/1/2026) tidak hanya berdampak pada kawasan permukiman warga, tetapi juga menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian terendam air.

Akibatnya, aktivitas pertanian di sejumlah wilayah terdampak terganggu.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, total lahan sawah yang terendam banjir mencapai 128 hektare.

Lahan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cibeber, Jombang, dan Citangkil.

Kepala DKPP Kota Cilegon, M. Ridwan, menjelaskan bahwa wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Cibeber.

“Kecamatan Cibeber, ya. He-eh. Ini di Kelurahan Kedaleman tuh kurang lebih 35 hektar kemudian di Kelurahan Cibeber itu ada 12 hektar,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian di Kecamatan Jombang.

“Kemudian tadi di Kecamatan Jombang, ini di Kelurahan Sukmajaya itu 30 hektar, di Kelurahan Panggung Rawi itu 40 hektar,” kata Ridwan.

Sementara di Kecamatan Citangkil, lahan pertanian yang terdampak berada di dua kelurahan.

“Di Kecamatan Citangkil itu di Taman Baru, ya, 8 hektar dan di Lebak Denok itu 3 hektar,” lanjutnya.

Ridwan menambahkan, kondisi lahan pertanian saat ini masih sebatas terendam banjir.

Namun, sebagian tanaman padi yang sudah ditanam maupun lahan yang telah diolah turut terdampak.

“Sifatnya terendam saja. Terendam saja. Ya ada beberapa yang sudah ditanam terendam, ada yang sudah diolah terendam,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat tanaman yang berpotensi mengalami kerusakan akibat derasnya aliran air.

“Ada beberapa, ya, karena kan otomatis, ya, kalau sudah ditanam pasti terbawa lah oleh arus,” pungkasnya. (*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment