Banjir di Cilegon Belum Tuntas, Industri Curhat ke DPRD

 

CILEGON – DPRD Kota Cilegon memfasilitasi pertemuan antara pelaku industri dan Pemerintah Kota Cilegon melalui rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Cilegon, Kamis (12/2/2026).

Pertemuan digelar untuk mencari solusi penanganan banjir di Kecamatan Ciwandan yang kembali berulang.

Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Masduki, mengatakan DPRD menjalankan fungsi mediasi agar komunikasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat tetap berjalan.

Menurutnya, kebijakan yang dihasilkan harus adil dan tidak merugikan salah satu pihak.

“Kita cari solusi bersama supaya tidak ada pihak yang dirugikan, baik industri, pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan pembahasan tidak berhenti pada perdebatan tanpa keputusan, karena dikhawatirkan banjir akan kembali terulang jika tidak segera ditangani secara konkret.

Sementara itu, Camat Ciwandan Agus Ariyadi berharap RDP menghasilkan langkah nyata yang bisa segera direalisasikan.

Pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW disebut telah aktif berkoordinasi sejak banjir pertama terjadi.

“Harapannya ada tindakan konkret agar banjir bisa diminimalisir dan tidak terulang,” katanya.

Dalam forum tersebut, Koordinator Satgas Penanganan Banjir Wilayah Industri sekaligus perwakilan INAPLAS, Helmi Luth Musa, menekankan pentingnya solusi bersama (win-win solution).

Ia menyebut salah satu penyebab utama banjir adalah penyempitan aliran air sehingga perlu pelebaran saluran dari outlet Enertec hingga Jalan Raya Anyer.

Selain berdampak pada masyarakat, menurutnya banjir juga dapat memengaruhi minat investasi di kawasan industri Ciwandan.

Karena itu, pihak industri berkomitmen membersihkan saluran air di area masing-masing sebagai langkah awal penanganan.***

Comments (0)
Add Comment