Bantu Usaha Produktif, 50 Gerobak hingga Depot Air Disalurkan BAZNAS Cilegon

CILEGON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon menggelontorkan anggaran senilai Rp560 juta untuk meluncurkan lima program pendayagunaan mustahik tahun 2026.

Langkah ini ditujukan untuk mendorong masyarakat kurang mampu agar dapat mengembangkan usaha produktif dan mandiri secara ekonomi.

​Peluncuran lima program strategis tersebut berlangsung di Aula Dinas Sosial Kota Cilegon pada Sabtu (31/10/2026).

Agenda ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Banten, perwakilan Pemerintah Kota Cilegon melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta jajaran Forkopimda.

​Ketua BAZNAS Kota Cilegon, H. Fajri Ali, menjelaskan bahwa lima program yang diluncurkan mencakup Gerobak Produktif, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), Depot Isi Ulang Air Minum, Pertanian BAZNAS, dan Peternakan BAZNAS.

​”Hari ini kami meluncurkan kurang lebih lima program, di antaranya BMM, 50 unit gerobak produktif, peternakan, pertanian, dan depot air. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp560 juta,” ujar Fajri.

​Ia menambahkan, program ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

Fajri juga memohon doa dan dukungan dari segenap pihak agar BAZNAS senantiasa amanah dalam mengelola dana umat.

​”Kami memohon doa dari Bapak dan Ibu sekalian agar senantiasa dijaga oleh Allah SWT dalam menjalankan amanah ini. Sinergi dengan semua pihak diharapkan terus terjalin erat demi kesejahteraan bersama,” tuturnya.

​Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cilegon Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ustaz Habibi, memaparkan rincian alokasi anggaran serta sasaran penerima manfaat dari tiap program.

​Program Gerobak Produktif menyasar 50 mustahik yang tersebar di 43 kelurahan dengan total anggaran Rp210 juta.

Sementara itu, program Depot Isi Ulang Air Minum dialokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk delapan mustahik di delapan kecamatan.

​Adapun program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) mendapatkan alokasi dana sebesar Rp70 juta yang disalurkan melalui dua masjid.

Untuk sektor ketahanan pangan, program Pertanian BAZNAS dan Peternakan BAZNAS masing-masing memperoleh alokasi Rp40 juta untuk disalurkan kepada satu kelompok penerima manfaat.

​Habibi berharap bantuan yang disalurkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek, melainkan dapat menjadi modal bergulir untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

​”Melalui program pendayagunaan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha dan mendorong kemandirian ekonomi para mustahik,” pungkas Habibi.

​Melalui integrasi lima program produktif ini, BAZNAS Kota Cilegon optimistis pemanfaatan dana ZIS dapat memberikan dampak berkelanjutan, membuka lapangan usaha baru, serta meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Kota Cilegon.***

BAZNAS CilegonMustahikUsaha produktif
Comments (0)
Add Comment