Belanja APBD Perubahan 2025 Dipangkas Lagi, Walikota Cilegon Sebut Banyak Estimasi Pendapatan yang Over

 

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melakukan rasionalisasi belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.

Seiring dengan hal tersebut, Pemkot juga mulai melakukan ekspos rencana anggaran tahun 2026.

Menurut Walikota Cilegon, Robinsar, pihaknya masih menemukan sejumlah perhitungan yang dinilai tidak rasional dan harus dilakukan pengurangan.

“Kemungkinan nanti di tahun 2026 anggaran kita rasionalkan di angka Rp 78 miliar, dari RPJMD awal kita kurangi,” ujarnya, Senin (8/9/2025).

Robinsar menjelaskan, langkah ini diambil karena terdapat estimasi pendapatan yang terlalu tinggi pada pedoman awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Awalnya pedoman kita dari RPJMD, tapi setelah kita dalami ternyata banyak estimasi pendapatan yang over. Jadi kita rasionalkan,” kata Robinsar.

Sebelumnya, Pemkot Cilegon telah melakukan pengurangan belanja sebesar Rp124 miliar dalam APBD Perubahan 2025.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masih menghitung pos-pos anggaran yang berpotensi dipangkas.

“Bappeda sedang menghitung mana bagian-bagian yang akan dicoret,” katanya.

Ia menegaskan, rasionalisasi belanja akan difokuskan pada program-program yang belum memiliki urgensi langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Robinsar menyebut kebijakan ini juga mempertimbangkan potensi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Secara nasional, diperkirakan terjadi penurunan sekitar 20 persen Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat yang dikirim ke daerah.

“Kalau secara umum angkanya belum kelihatan, kurang lebih 20% dari DAU,” tutupnya. (*/Ika)

Apbd perubahan 2025Pemkot CilegonRobinsar
Comments (0)
Add Comment