BMKG Prediksi Cuaca Mudik di Selat Sunda Kondusif, Gelombang Laut di Bawah 0,5 Meter

 

CILEGON – Kabar menggembirakan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca dan perairan dalam kondisi kondusif, sehingga diharapkan memperlancar arus penyeberangan laut.

Kepala BMKG Pusat, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa berdasarkan data terkini, kondisi cuaca selama periode mudik diperkirakan cukup stabil.

“Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca dan perairan diperkirakan kondusif untuk mendukung kelancaran arus mudik, khususnya di jalur penyeberangan laut,” ujar Teuku Faisal dalam rapat koordinasi di Sosoro Pulo Merak, Kota Cilegon, Kamis (12/3/2026).

BMKG memproyeksikan kondisi pada 15 hingga 17 Maret 2026 akan sangat stabil dengan gelombang laut yang rendah, terutama di kawasan Selat Sunda yang menjadi urat nadi penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

“Untuk periode tiga hari ke depan, yakni tanggal 15 sampai 17 Maret, kondisi laut relatif tenang dengan tinggi gelombang kurang dari setengah meter. Mudah-mudahan arus penyeberangan berjalan lancar,” jelasnya.

Meski prediksi menunjukkan kondisi aman, BMKG tetap menyiapkan kriteria kewaspadaan jika terjadi perubahan cuaca mendadak.

Pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai pengambil keputusan aktivitas pelayaran.

“Kami menyuplai informasi cuaca secara real-time. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk berlayar, keputusan akhir ada di pihak KSOP berdasarkan kriteria waspada atau siaga yang kami berikan,” tegas Teuku.

Untuk menjaga akurasi data, BMKG mengoperasikan sekitar 10.800 alat utama di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Provinsi Banten, Teuku menyebut wilayah ini memiliki jaringan peralatan pemantauan yang paling lengkap dibandingkan daerah lain.

“Peralatan di Banten mencakup pemantauan cuaca otomatis bandara (AWOS), pengamatan maritim, hingga sistem pemantauan gempa dan tsunami yang bekerja 24 jam penuh secara digital,” tambahnya.

Di kawasan Selat Sunda sendiri, BMKG telah menempatkan perangkat krusial seperti AWOS Maritim di tiga titik utama: Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, terdapat alat pengamatan pada Kapal Legundi serta sistem pemantau maritim di wilayah Merak dan Cinangka.

Terkait potensi hujan, BMKG memperkirakan cuaca selama masa Lebaran akan didominasi hujan intensitas ringan hingga sedang.

Kondisi ini dinilai masih aman untuk transportasi selama masyarakat tetap mengikuti informasi dan peringatan resmi.

“Kami terus memperkuat jajaran dan peralatan agar dapat memberikan informasi terbaik bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran arus mudik tahun ini,” tutup Teuku.***

Comments (0)
Add Comment