CILEGON – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, melontarkan tantangan kepada Wali Kota Cilegon agar dapat mendorong anak-anak di tingkat SD dan SMP menghafal Juz Amma melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun muatan lokal.
“Oh saya sampaikan ke Pak Wali, kalau mau saya bilang beribadah sebagai jadi wali kota, buat sebuah himbauan, karena kalau keputusan takutnya bertentangan dengan peraturan, bisa membuat himbauan atau mulok, karena kewenangan Pak Walikota kan SD SMP,” ujar Dimyati usai pembukaan MTQ XXIV Kota Cilegon, Jumat (26/9/2025) malam.
Ia menjelaskan, kewenangan Gubernur dan Wakil Gubernur berada pada jenjang SMA, sementara Walikota memiliki kewenangan di SD dan SMP.
Menurutnya, ruang kewenangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program unggulan, termasuk pendidikan agama dan keterampilan bela diri.
“Silahkan apakah eskul atau mulok begitu ya, muatan lokal atau ekstra kulikuler itu bisa dilakukan, kan bisa juga misalnya Pak Walikota tambahkan anak-anak itu harus bisa bela diri, apalagi di daerah Cilegon ini kan banyak orang asing,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menilai pembekalan hafalan Al-Qur’an dan bela diri dapat memperkaya karakter generasi muda Cilegon.
“Anak-anak itu diajarkan bela diri, supaya kalau dia ke Jakarta, kalau dia ke luar negeri, dia bisa membela diri dan bisa menolong orang lain,” tambahnya.
Menurut Dimyati, Banten, khususnya Cilegon, merupakan wilayah yang sangat potensial dengan kekayaan budaya dan posisi strategis sebagai daerah industri.
Menanggapi tantangan tersebut, Walikota Cilegon, Robinsar, mengaku siap mempertimbangkannya.
“Bagus itu, luar biasa, masukan dari Pak Wagub, benar, apa kata beliau juga, karena mumpung lagi jadi pejabat, mumpung punya kewenangan, mumpung bisa mengarahkan kepada yang kebaikan, enggak ada salahnya,” kata Robinsar.
Ia menegaskan, gagasan Wagub dapat diimplementasikan melalui muatan lokal di sekolah.
“Tadi juga benar, itu bisa jadi dalam kemungkinan mulok, muatan lokal, yang bisa diimplementasikan baik tingkat PAUD, TK, SD, SMP. Saya rasa itu maksudnya bagus, cuma tinggal nanti di pemerintahan yang lebih terkait menyesuaikan,” tuturnya.(*/Nandi).