CILEGON – Nur Kusuma Ngarasati, atau yang akrab disapa Raras, istri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, memiliki kisah panjang yang penuh semangat dalam dunia seni, khususnya tari tradisional.
Kecintaannya terhadap seni sudah tumbuh sejak belia.
“Saya mulai menari sejak usia empat tahun,” ujar Raras, Senin (14/7/2025).
“Saat SD, saya ikut beberapa sanggar. Mulai dari teater, akting, menyanyi, MC, fashion show, hingga modeling. Semua saya tekuni.” sambungnya.
Namun, dari sekian banyak cabang seni yang ia pelajari, seni tari menjadi pilihan hatinya.
“Saya merasa paling nyaman dan menemukan jalan saya di dunia tari, terutama tari tradisional. Dari kecil sampai sekarang, saya tidak pernah berhenti menari,” ungkapnya.
Bagi Raras, menari bukan sekadar gerak tubuh mengikuti irama. Lebih dari itu, menari adalah bentuk pengabdian budaya dan cinta tanah air.
Salah satu momen paling membekas baginya adalah ketika mempersembahkan tarian tradisional di luar negeri.
“Yang paling berkesan adalah saat saya bisa membawa nama Indonesia di panggung internasional. Mendengarkan lagu Indonesia Raya di negeri orang, dan saya berdiri sebagai salah satu wakil bangsa, rasanya berbeda. Rasa patriotismenya muncul dari dalam hati,” tuturnya .
Menurutnya, dunia tari juga menjadi pintu untuk memahami kekayaan budaya Indonesia secara utuh.
“Menari itu mengenal budaya, mengenal sejarah, mengenal jati diri bangsa,” katanya.
Raras menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengenali dan mengembangkan potensi anak sejak dini.
“Bakat bisa dilihat sejak kecil. Karena itu, orang tua perlu peka melihat arah potensi anak, supaya bisa diarahkan. Ini juga terkait dengan pendidikan parenting yang sempat saya sampaikan dalam seminar kemarin, termasuk kaitannya dengan hipnoterapi untuk menguatkan karakter,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Raras menyampaikan harapan sekaligus imbauan kepada generasi muda.
“Pertama, jangan pernah melupakan kebudayaan luhur kita. Kedua, saling merangkul, bukan saling menjatuhkan. Kita harus berkompetisi secara sehat. Dan ketiga, jangan lupa tersenyum. Karena senyum itu menambah kebahagiaan dalam hidup kita,” ujarnya.(*/Nandi).