CILEGON – Kepolisian Resor (Polres) Cilegon bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta UPT Pasar Kota Cilegon terus menggencarkan pemantauan harga dan stok beras di sejumlah titik wilayah setempat.
Mereka kembali memastikan harga beras tetap terkendali agar dapur warga tidak ikut “menjerit” oleh fluktuasi harga.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya menekan laju inflasi daerah sekaligus memastikan harga beras tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Kali ini, pemantauan tersebut dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Toko Beras Harapan Sentosa di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No.148, yang dikelola oleh Suwarni, serta Robinson Mart Ramayana Cilegon di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, dengan penanggung jawab Sarifudin, pada Selasa (28/10/2025) pagi.
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama mengatakan, kegiatan rutin ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Kami memastikan tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih hingga harga melebihi HET. Pengecekan ini juga dilakukan setiap hari guna menjamin stok beras tetap aman menjelang akhir tahun,” ujar Yoga Tama.
Dari hasil pemantauan, tim menemukan bahwa harga jual beras premium di kisaran Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram.
Yoga menegaskan, Polres Cilegon bersama Disperindag dan UPT Pasar akan terus memperketat pengawasan secara berkala agar harga dan distribusi beras, baik di pasar tradisional maupun ritel modern, tetap stabil setiap harinya.
“Pemantauan berkala akan terus dilakukan agar harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap sesuai dengan HET,” katanya.(*/Nandi).