Di balik Sosialisasi Calon Pekerja Migran, Ada Sayembara Lowongan Kerja di Cilegon

 

CILEGON – Persatuan Masyarakat Asli Gusuran (PMAG) membuka sayembara lowongan pekerjaan untuk pemuda-pemudi usia produktif sekaligus membentangkan spanduk besar terkait hal tersebut yang dipasang di perempatan Pintu masuk kawasan PT Krakatau Steel.

Hal itu sudah dilakukan sebelum Disnaker Kota Cilegon melakukan sosialisasi di Kecamatan-kecamatan.

Ketua Persatuan Masyarakat Asli Gusuran (PMAG) Ust Sunardi mengatakan, miris dengan kondisi pengangguran di Kota Cilegon saat ini.

Pertumbuhan penduduk usia produktif setiap tahunnya terus tumbuh, sementara serapan tenaga kerja begitu minim.

Disisi lain, industri di Kota Cilegon cukup banyak jumlah industrinya, bahkan menurut Sunardi jumlahnya mencapai ribuan antaralain, industri manufaktur, industri jasa, industri kontruksi, industri kreatif, dan industri-industri lainnya.

Saat ini, PT Krakatau Posco menjadi target pertama sebelum menyalurkan lamaran peserta lomba ke perusahaan-perusahaan lain.

Mengingat, Krakatau Posco memiliki group atau famili perusahan yang mencapai 104 perusahan.

Sunardi mengatakan, tidak memilih jenis pekerjaan, yang terpenting, anak-anak muda usia produktif di Kota Cilegon ini bisa bekerja, sehingga bisa membantu mengangkat perekonomian dirinya maupun keluarganya.

Dengan banyaknya group atau family Krakatau Posco, maka menurut Sunardi, merupakan peluang besar. Sehingga, anak-anak tersebut akan didorong untuk mendapat pekerjaan sesuai kemampuan, bukan sesuai kebutuhan industri.

“Kita dorong itu, anak-anak yang pendidikannya rendah. Kenapa, karena dengan minimnya skill dan kemampuan yang dimiliki, tentunya kesulitan sangat dirasakan oleh mereka,” kata Ust Sunardi.

“Jadi industri harus menyediakan tuh, pekerjaan yang tidak ditangani SDM khusus. Tukang sapu, tukang kebun, atau tukang cuci kendaraan Bos, apapun itu silahkan saja, yang penting mereka kerja,” tambah Sunardi.

Untuk ijazah pelamar yang mengikuti sayembara cukup beragam, ada SI, D3, terutama SMK Kejuruan.

Untuk SI dan D3 dianjurkan untuk mengikuti pelatihan sertifikasi K3 baik yang dibuka oleh umum, maupun oleh Dinas Tenaga Kerja.

“Alhamdulillah mereka cukup antusias. Setiap malam mereka kesini karena memang kita bukannya malem. Untuk gelombang pertama surat lamaran masuk 31, dan gelombang ke dua 82 lamaran,” ucap Ust Sunardi, Kamis (22/8/2024).

Bahkan untuk meningkatkan semangat pergerakan atau sarana sosialisasi, PMAG membentangkan spanduk berukuran besar ihwal sayembara lowongan kerja di persimpangan Damkar atau arah masuk kawasan PT Krakatau Steel.

Disinggung apakah PMAG mengetahui, jika saat ini Disnaker Kota Cilegon tengah membuka kesempatan dan lowongan kerja untuk menjadi pekerja migran indonesia, Sunardi menyampaikan sudah mengetahui dan sudah menyampaikan hal tersebut kepada anak-anak binaan yang membutuhkan pekerjaan.

Dirinya juga mengingatkan untuk lebih menyiapkan diri, jika tertarik dengan kesempatan menjadi pekerja migran di Korea, Jepang ataupun Jerman seperti yang tengah disosialisaikan oleh Disnaker Cilegon.

“Disnaker Cilegon, beberapa bulan lalu menyampaikan tentang program itu. Untuk memotivasi dan menggiring anak-anak agar bersedia menjadi tenaga kerja migran indonesia. Sudah kita dorong dan kita sampaikan,” terangnya.

Bahkan kata dia, bagi anak-anak yang berminat menjadi pekerja migran indonesia harus lebih menyiapkan segala sesuatunya seperti, mental, skill dan niatan.

Selain itu, Sunardi juga meminta pihak Disnaker untuk memberikan pembekalan atau skill dari objek pekerjaan yang akan dilakukan, seperti pelatihan bahasa negara yang dituju dan lainnya sebagaimana yang diprogramkan.

Bicara soal peluang kerja sambung Sunardi, Kota Cilegon cukup menjanjikan, karena banyaknya industri yang ada dan menjadi pintu gerbang. Namun kata dia, banyak orang yang lebih memilih jenis pekerjaan yang memiliki skill khusus, seperti operator, mesin, listrik dan lainnya. Sementara pekerjaan non skill jarang tersosialisasikan.

Dipahami Sunardi, bahwa pekerjaan non skill dapat dilakukan oleh pekerja yang memiliki skill khusus. Artinya, calon pekerja yang berkeinginan menjadi operator komputer, pintu masuknya bisa dari tenaga kerja outsourching seperti cleaning service, Satpam, Driver dan lainnya.

“Kita arahkan seperti itu sebenarnya. Sasaran kita adalah job sesuai keahlian yang dimiliki. Tapi untuk masuk kearah sana, tidak mudah. Makanya saran saya untuk anak-anak masuk saja dulu. Menjadi bagian keluarga besar dari perusahaan tempat kita kerja, apapun pekerjaannya. Dari sanalah nanti tunjukan skill yang dimiliki, karena peluang besar dari sana,” tegas Sunardi.

Diketahui, saat ini PMAG sudah menyalurkan berkas lamaran sebanyak 104 berkas milik anak-anak binaan. Jumlah itu disalurkan dengan dua gelombang. Gelombang pertama 31 lamaran, sementara gelombang kedua berjumlah 73 berkas lamaran. (*/Wan)

Comments (0)
Add Comment