Di Tengah Geliat Industri, Pemkot Cilegon Tempa Pemuda Jadi Spesialis Mitigasi Gas Berbahaya

 

CILEGON— Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) secara resmi membuka pelatihan keselamatan kerja di bidang penanganan gas berbahaya, di Aula Disnaker Kota Cilegon, Selasa (3/6/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta pemuda-pemudi setempat pada batch pertama, dan akan dilanjutkan oleh 40 peserta lainnya di batch kedua.

Mereka akan mendapat pelatihan spesialisasi penanganan gas bocor selama dua hari.

Walikota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Cilegon dengan PT Surya Segara Hana, yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam mitigasi kebocoran gas, yang merupakan salah satu potensi risiko di kawasan industri Cilegon.

“Ini adalah kerja sama yang telah disepakati dalam MoU antara Pemkot dan PT Surya. Kita latih anak-anak muda agar mereka memiliki pengalaman, dengan bekal dari Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai jalan untuk masuk ke dunia industri di Kota Cilegon,” kata Robinsar.

Ia menambahkan, banyaknya pabrik gas kimia di Cilegon yang rawan kebocoran atau bencana, menuntut kesiapan langkah mitigasi termasuk kesiapan sumber daya manusia.

Pemkot juga menekankan kepada perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi.

“Sering kali pengangguran tidak diterima kerja karena belum memiliki kompetensi. Sekarang kita siapkan SDM-nya, dan kita minta kepada pihak industri agar menerima mereka karena sudah kompeten,” ujarnya.

Direktur PT Surya Segara Hana, Suryadinata, menjelaskan bahwa ide pelatihan ini muncul dari kebutuhan lapangan, di mana selama ini penanganan gas berbahaya di kawasan industri banyak ditangani oleh vendor dari luar Cilegon.

“Penanganan gas berbahaya harus dilakukan cepat dan dengan pengetahuan teknologi yang sesuai. Selama ini yang terlibat justru vendor dari luar Cilegon. Kami berpikir, kenapa tidak dilakukan pelatihan terhadap pemuda-pemudi Cilegon agar mereka bisa menangani hal ini secara lokal,” jelas Suryadinata.

Ia juga menambahkan bahwa pelatih dalam program ini berasal dari praktisi yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang gas industri dan telah memiliki sertifikasi terkait.

“Pelatih kami adalah praktisi yang telah diverifikasi dan berpengalaman dalam pengajuan sebagai gas inspector. Kami ingin memastikan bahwa peserta mendapatkan pelatihan dari sumber yang benar-benar ahli di bidangnya,” ujarnya.(*/Nandi)

Disnaker Cilegongas berbahayaMitigasi
Comments (0)
Add Comment