CILEGON – Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon yang berada di Kelurahan Gerem dikeluhkan masyarakat.
Pasalnya, meskipun proyek tersebut telah rampung, masyarakat mempertanyakan fungsi dan manfaatnya di lapangan, terlebih karena aliran air yang masih minim.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tandon air besar yang berada di tengah area perbukitan tampak terbungkus plastik, menimbulkan kesan belum digunakan.
Proyek ini didanai oleh APBD Kota Cilegon tahun 2024 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender oleh CV Empat Penjuru Angin, dan dikonsultasikan oleh PT Muda Mandiri Konsultan dengan nilai kontrak hampir Rp500 juta.
Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon, Dendi Rustandi, saat dikonfirmasi mengklarifikasi bahwa proyek tersebut sebenarnya sudah rampung.
Namun, ia mengakui bahwa daya dorong air yang rendah sempat menjadi keluhan warga.
“Dalam kontrak, mesinnya itu 2 PK. Tetapi masyarakat tidak puas karena airnya keluarnya sedikit. Kemudian diganti menjadi 3 PK, dengan biaya sendiri oleh kontraktor,” jelas Dendi kepada Fakta Banten, Selasa, (3/6/2025).
Dendi menambahkan, peningkatan spesifikasi mesin ini dilakukan atas inisiatif kontraktor sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Selain mesin, sistem kelistrikan juga turut disesuaikan tanpa biaya tambahan dari APBD.
“Kontraktor punya niat baik, jadi diganti. Tapi prosesnya tentu perlu waktu, seperti pemasangan ulang dan penyesuaian lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah memerintahkan kepada kontraktor pelaksana agar sementara waktu untuk merapikan tempat tersebut agar tidak terkesan mangkrak atau kumuh.
“Saya tadi sudah bilang dan akan segera dirapikan,” tandasnya. (*/Ika)