CILEGON – Sejumlah alumni SMAN 4 Kota Cilegon mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kebijakan sekolah yang diduga masih menahan ijazah siswa karena alasan tunggakan administrasi.
Praktik ini dinilai menghambat masa depan lulusan, terutama yang tengah berjuang melamar kerja atau melanjutkan pendidikan.
Salah seorang alumni yang enggan disebutkan namanya mengaku ijazah miliknya hingga kini belum dapat diambil dari pihak sekolah karena masih memiliki tunggakan biaya saat masa sekolah dulu.
“Ijazah saya masih ditahan. Padahal itu penting banget buat daftar kerja. Saya sekarang cuma bisa nunggu ibu punya uang buat melunasi,” ujarnya dengan nada kecewa saat diwawancarai, Kamis (24/7/2025).
Ia menambahkan, keterlambatan memperoleh ijazah membuatnya harus memutar otak agar tetap bisa melamar pekerjaan, meski terkadang hanya mengandalkan fotokopi yang belum dilegalisir.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Cilegon, Mujahid, membantah keras adanya kebijakan resmi dari sekolah untuk menahan ijazah siswa.
“Sekolah kita gak pernah menahan ijazah,” kilah Mujahid saat ditemui di sekolah.
Namun, Mujahid mengakui bahwa pada tahun-tahun sebelumnya memang sempat ada praktik penahanan sementara, terutama bagi siswa yang belum melunasi SPP.
“Kalau dulu, tahun 2016 misalnya, memang ada tunggakan SPP dan ijazah belum bisa langsung diambil. Tapi tahun berikutnya tetap kita serahkan,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini sekolah justru telah menyosialisasikan kepada para alumni agar segera mengambil ijazah mereka.
“Sudah kami share ke mana-mana, takut hilang atau rusak kena air. Kami pastikan sekarang tidak ada penahanan,” kata Mujahid.
Ia juga menyebutkan bahwa proses legalisasi bisa tetap dilakukan meski siswa belum menyelesaikan administrasi, selama menyangkut keperluan mendesak.
“Untuk kerja, biasanya hanya diminta fotokopi legalisir. Kami bantu. Tapi kalau alumni tidak bertanggung jawab dan hilang, ya itu di luar kuasa kami,” imbuhnya.
Pihak sekolah mengaku masih menyimpan sejumlah ijazah alumni yang belum diambil hingga kini.
Mujahid mengimbau agar alumni segera datang untuk mengambil dokumen penting tersebut.
“Silakan datang. Kami tidak menahan. Ijazah mereka masih ada di sekolah. Kami tidak ingin masa depan alumni terganggu hanya karena urusan administrasi kecil,” pungkasnya.(*/Nandi).