Dinilai Cacat Prosedur dan Tidak Representatif, IMC Kritik Keras Pelantikan DPD KNPI Cilegon

 

CILEGON – Prosesi pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cilegon diwarnai ketegangan setelah Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) melayangkan kritik keras terhadap proses rekrutmen yang dinilai penuh ketidakjelasan.

Ketua Umum IMC, Ahmad Maki, menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan baru KNPI Cilegon cacat prosedur karena tidak melibatkan unsur pemuda-mahasiswa dan tidak menghadirkan figur-figur yang memiliki rekam jejak jelas.

Menurutnya, pelantikan tersebut tidak layak dilaksanakan karena sejak awal tidak ada transparansi mengenai asal-usul calon pengurus maupun mekanisme penyusunannya.

Maki menyoroti bahwa hingga prosesi pelantikan berlangsung, publik terutama kalangan pemuda tidak mendapatkan informasi apapun mengenai komposisi kepengurusan.

Ia menyebut kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah struktur yang disusun benar-benar mewakili pemuda dan mahasiswa Cilegon.

Ketertutupan proses rekrutmen bahkan dinilai memperdalam polarisasi, bertentangan dengan slogan “KNPI Satu” yang selama ini dikampanyekan, sementara konflik internal KNPI Cilegon sendiri masih belum terselesaikan.

“Proyek besar persatuan KNPI hanya menjadi omong kosong dan berubah menjadi kegagalan nyata,” tegasnya, Sabtu (6/12/2025).

IMC juga menilai cara kerja panitia dan pihak-pihak terkait justru membuka ruang konflik baru antar organisasi kepemudaan.

Proses rekrutmen yang tertutup, kapasitas figur yang tidak teruji, dan tidak adanya komunikasi publik dipandang bertentangan dengan tujuan KNPI sebagai rumah besar bagi pemuda.

Maki menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh diposisikan hanya sebagai pelengkap atau penonton, sebab komitmen persatuan tidak bisa dibangun tanpa keadilan dan integritas dalam penyusunan kepengurusan.

Dalam pernyataannya, IMC mendesak agar pelantikan ditunda, komposisi pengurus diaudit ulang secara terbuka, dan manuver politik yang menghambat penyatuan KNPI dihentikan.

Mereka juga menekan Dinas Pemuda dan Olahraga agar tidak mengeluarkan hibah sebelum persoalan dualisme KNPI diselesaikan secara tuntas.

Aksi protes yang berlangsung di tengah acara tersebut sempat memicu keributan dan perdebatan sengit, sehingga prosesi pelantikan akhirnya dipending sementara.***

Comments (0)
Add Comment