k
CILEGON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon memfasilitasi ratusan peserta yang mengikuti seleksi kerja ke Jepang.
Program itu menjadi kesempatan bagi para pemuda yang bercita-cita meniti karier di luar negeri.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Disnaker Cilegon, Dayat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses kesempatan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
“Disnaker memfasilitasi penempatan tenaga kerja, baik dalam negri maupun luar negri. Saat ini kami memfasilitasi adik-adik yang memiliki mimpi untuk bekerja di Jepang,” ujar Dayat, Senin (20/10/2025).
Ia menuturkan, minat generasi muda Cilegon untuk bekerja di Jepang cukup tinggi. Tercatat sekitar 800 peserta mendaftar mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan bersama pihak perusahaan mitra.
“Kebutuhan tenaga kerja tidak terbatas. Hari ini dilakukan sosialisasi peluang kerja di Jepang, dilanjutkan dengan seleksi yang akan berlangsung beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Menurut Dayat, penempatan kerja kali ini melibatkan PT Alvin Duta Mandiri dan PT Bintang sebagai mitra pelaksana.
Peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang yang biayanya ditanggung terlebih dahulu oleh pihak perusahaan, dan dapat dicicil setelah bekerja.
“Harapannya, anak-anak muda Cilegon yang berangkat ke Jepang bisa bekerja dengan aman, nyaman, dan terlindungi sesuai aturan. Mereka diharapkan menjadi pahlawan devisa dan pejuang ekonomi keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Alvin Duta Mandiri, Umar Jahidin, menjelaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan segera menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check up.
“Setelah dinyatakan diterima, peserta akan medical check up dan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan. Pembiayaan pelatihan ditalangi oleh pihak ketiga dan dapat mencapai maksimal Rp15 juta,” jelas Umar.
Ia menambahkan, dana tersebut mencakup biaya pelatihan, akomodasi, serta kebutuhan dasar peserta selama pelatihan.
“Di kami, insya Allah biayanya hanya sekitar Rp12 juta. Itu sudah termasuk pelatihan, paspor, dan pemeriksaan medis ulang. Semua difasilitasi hingga keberangkatan,” ujarnya.(*/Nandi).