CILEGON – Pondok Pesantren Al Hikmah yang berlokasi di Lingkungan Cigading, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menyimpan warisan berharga berupa mushaf Al-Qur’an raksasa setinggi 1,8 meter.
Mushaf tersebut merupakan karya ulama asal Cilegon, almarhum Yayi Haji Basarudin Ali. Karya monumental itu ditulis secara langsung oleh sang kiai pada kurun waktu 1990 hingga 1991 dan diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun.
Pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah, Mukaromi, menjelaskan proses penulisan dilakukan secara bertahap.
“Alhamdulillah, mushaf Al-Qur’an ini langsung ditulis oleh almarhum kiai. Penulisannya dilakukan selama satu tahun,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia menuturkan, setiap malam setelah melaksanakan salat tahajud sekitar pukul 03.00 WIB hingga menjelang subuh, almarhum kiai menulis ayat demi ayat Al-Qur’an dengan tekun, didampingi para santri.
Mushaf tersebut memiliki tinggi sekitar 1,8 meter dan lebar 1,2 meter. Kertas yang digunakan dipilih secara khusus untuk menjaga kualitas dan ketahanannya.
Meski telah berusia lebih dari tiga dekade, kondisi mushaf masih relatif baik, meskipun terdapat sedikit kerusakan akibat rayap.
Menurut Mukaromi, gagasan penulisan mushaf berukuran besar itu lahir dari kemampuan dan kreativitas almarhum dalam bidang kaligrafi.
Karya tersebut menjadi bukti dedikasi sekaligus kecintaan beliau terhadap Al-Qur’an.
Saat ini, tercatat empat mushaf Al-Qur’an berukuran besar telah diselesaikan.
Sebagiannya tersimpan di lingkungan pesantren dan instansi pemerintahan.
Keberadaan mushaf raksasa itu diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai Qurani serta memotivasi generasi muda, khususnya di Cilegon, untuk semakin mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.***