Dorong Pelaku Usaha Cilegon Naik Kelas, RBC Gelar Merdeka Kreasi UMKM 2025

 

CILEGON – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Rumah Berdaya Cilegon (RBC) menggelar kegiatan bertajuk Merdeka Kreasi UMKM 2025, bertempat di Aula Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan itu dirancang sebagai wadah pemberdayaan dan apresiasi terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Agenda mencakup pelatihan kewirausahaan, penganugerahan penghargaan UMKM inspiratif, serta penyelenggaraan bazar UMKM yang digelar di dalam dan luar gedung.

Direktur RBC, Nia Desmalia, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan lembaganya dalam memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM lokal.

“Ini adalah event dua tahunan yang kami selenggarakan sejak 2023. Tahun ini, kami ingin memberikan dorongan yang lebih kuat agar pelaku UMKM semakin tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya usai kegiatan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam Merdeka Kreasi UMKM 2025 adalah pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran digital.

“Kami memberikan pelatihan terkait pemanfaatan AI untuk mendukung strategi marketing para pelaku UMKM. Banyak dari mereka masih mengalami hambatan dalam hal penguasaan teknologi, padahal potensi smartphone saja bisa dioptimalkan untuk mendongkrak penjualan,” jelasnya

Nia juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi yang berpihak pada pelaku UMKM.

“Kami berharap ada regulasi yang lebih menguatkan perlindungan dan pemberdayaan UMKM. Informasinya, rancangan peraturannya sudah naik menjadi perda,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nia menargetkan agar UMKM binaan RBC ke depan tidak hanya naik kelas, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.

“Harapan kami, pelaku UMKM—terutama dari Bukit Tanjung—bisa mengembangkan usahanya hingga skala nasional dan bahkan internasional. Omzet naik, skala usaha bertumbuh, dan produk bisa go ekspor,” imbuhnya.

Saat ini, RBC tercatat telah membina lebih dari 350 pelaku UMKM aktif, yang tersebar di berbagai wilayah Kota Cilegon.

“Anggota aktif kami sekitar 350 orang. Kami terus berupaya memperluas jangkauan agar lebih banyak masyarakat mengetahui keberadaan RBC sebagai lembaga yang konsen dalam pengembangan UMKM selama empat tahun terakhir,” tutur Nia.

Salah satu pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dalam kegiatan bazar, Leli Herlina, mengaku merasakan manfaat langsung dari pembinaan yang diberikan RBC.

“Kami banyak dibekali pelatihan dan program pemberdayaan UMKM. Meskipun usaha saya masih tergolong baru dan belum dapat bantuan pemerintah, tetapi kegiatan seperti bazar ini sangat membantu peningkatan omzet,” ujar pemilik usaha Es Teler Candu Cilegon itu.

Leli memulai usahanya pada Februari 2025 dan menilai kehadiran RBC menjadi angin segar bagi para pelaku usaha rintisan seperti dirinya.

“Adanya kegiatan seperti ini benar-benar berdampak bagi pelaku UMKM. Omzet kami naik, jaringan bertambah,” pungkasnya.(*/Nandi).

CilegonRBCUMKM
Comments (0)
Add Comment