CILEGON – Dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Forum Masyarakat dan Pengusaha Mitra Industri (FMPMI) resmi dideklarasikan di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (11/4/2018).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Terbentuknya Forum Masyarakat dan Pengusaha Mitra Industri, Kita Jadikan Sebagai Wadah Bersatu untuk Masyarakat dan Industri”.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan acara yasinan, santunan anak yatim dan diakhiri dengan ceramah keagamaan.
Sementara itu, Ketua Umum FMPMI, Marsai Ashari mengatakan, dibentuknya FMPMI bertujuan untuk menjembatani masyarakat agar bisa bersinergi dengan perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Ciwandan.
“Maka dari itu kami memohon dukungan kepada masyarakat, dibentuknya forum ini untuk menjembatani masyarakat dengan industri, karena jangan sampai masyarakat kena dampaknya saja seperti debu dan limbahnya saja,” ungkap Marshai Ashari dalam sambutannya.
Marsai menuturkan, forum ini terbuka dengan organisasi masyarakat lainnya. Ia mengaku semua elemen masyarakat ingin bersatu agar bisa berjalan bersama dan bisa bergandengan tangan dengan industri.
“Pengusaha juga agar bisa kumpul di dalam forum ini untuk berkoordinasi, agar bisa berjalan dengan seiring dan seirama agar satu arah dan jangan bergontok-gontok,” ucapnya.
Selain itu, Wakil Ketua 1 FMPMI, Madluri menambahkan, dirinya bersama anggota forum sangat bangga setelah berkoordinasi dengan rekan-rekan pengusaha, RT dan masyarakat sehingga terlaksana deklarasi forum ini.
“Kami mengadakan forum ini untuk membantu perusahaan yang terdekat, perusahaan milik kita, perusahaan harus bisa mengayomi masyarakat. Maka itu kami selaku warga, seperti di Kelurahan Randakari dan Kepuh berkomitmen bergabung dengan forum ini,” jelasnya.
Diketahui, setidaknya ada 30 perusahan yang saat ini berada di wilayah Kelurahan Randakari dan Kepuh.
“Kami tidak rela kalau perusahaan yang ada di Randakari tapi yang mendapatkan pekerjaan orang jauh. Maka dari itu inilah forum yang murni yang sudah ada legalitasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan FMPMI, Rosyid Haerudin mengatakan, konsep organisasi ini bukan untuk mengganggu pengusaha lain, karena tujuan dibentuknya forum ini untuk membangun mitra dengan semua kalangan.
“Kita tidak ingin kalau kehadiran organisasi ada pikiran kalau mau menggeser pengusaha lain. Tapi semua kita wadahi di samping pengusaha-pengusaha yang kita wadahi, ketika mendapatkan sesuatu atas partisipasi industrinya dalam bentuk kegiatan pekerjaan, saya berharap agar ada kontribusi untuk masyarakat sekitar. Kesimpulannya bahwa keberadaan forum ini menjembatani antara kepentingan masyarakat dan perusahaan itu sendiri, untuk bagaimana kita bisa mandiri dalam menciptakan peluang di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.
Rosyid melanjutkan, forum ini bukan forum abal-abal yang hanya didirikan lalu kemudian bubar tidak karuan, forum ini juga memiliki legalitas formal seperti akte notaris, sementara untuk SKT dari Kesbangpol diketahui masih dalam proses pengajuan.
“Organisasi kita yang legal dan jelas, agar apa, di dalam organisasi juga banyak kawan-kawan yang memahami aturan-aturan maka dari itu jangan sampai melanggar aturan itu,” katanya.
Rosyid juga menekankan bahwa program kerja utama forum ini adalah bagaimana pasrtisipasi anggota forum dalam menjalin hubungan dengan masyarakat dan industri.
“Kita tidak memungkiri prosedur yang ada di perusahaan, kadang-kadang kita tidak mengerti, maka dengan forum ini
bisa selalu berdiskusi dan silaturahmi.
Mudah-mudahan prosedur yang ada dalam perusahaan bisa kita pahami, kemudian kita sampaikan pada perusahaan dan masyarakat agar sama-sama mengerti. Dan endingnya nanti kita bersama masyarakat
dan pengusaha ini bisa menjadi pelindung terhadap hal-hal positif,” tegasnya.
“Kehadiran industri di tengah-tengah masyarakat ini penting untuk pertumbuhan ekonomi, tapi take and gift antara masyarakat dan industri juga penting. Kita lah yang akan mencoba mengawal hal semacam itu agar masyarakat juga merasa memiliki terhadap industri itu, dan industri pun merasa keberadaanya di tengah masyarakat nyaman dengan partisipasi dari masyarakat,” pungkas Haji Rosyid. (*/Asep-Tolet)