CILEGON – Forum Santri Aswaja Kota Cilegon secara tegas menyampaikan pernyataan sikap terhadap kepemimpinan H. Erik Rebiin di PCNU Kota Cilegon yang dinilai tidak merepresentasikan kalangan santri dan ulama.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Hidayah sekaligus Ketua Forum Santri Aswaja Kota Cilegon, KH. Humaidillah Royani, bersama sejumlah ulama Kota Cilegon, di Link Dringgo, Citangkil, Minggu (12/4/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, KH. Humaidillah membacakan surat pernyataan dari Abuya KH. Muhtadi Dimyati selaku Mustasyar PBNU yang ditujukan kepada Rois Syuriah PCNU Kota Cilegon, KH. Akrom Lathifi.
“Kami Forum Santri Aswaja menyatakan bahwa sosok Abuya KH. Muhtadi Dimyati adalah ulama Banten yang sangat dihormati di kalangan pondok pesantren dan harus kita sami’na wa atho’na. Kedua, sejak awal terpilihnya, H. Erik Rebiin tidak memenuhi kriteria sebagai Ketua PCNU Kota Cilegon,” ujar KH. Humaidillah.
Ia juga menegaskan bahwa Forum Santri Aswaja memohon kepada PBNU untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan tersebut.
“Selanjutnya, kami memohon kepada PBNU untuk mengevaluasi, mengoreksi, serta mengganti H. Erik Rebiin dengan H. Syaikul Amin Wahab,” tegasnya.
Menurutnya, Erik Rebiin tidak memiliki latar belakang dan kapasitas di bidang keagamaan.
“Kalau dari latar belakang politik kami akui, tapi kalau dari agama tidak ada sama sekali,” imbuhnya.
Forum Santri Aswaja juga menilai sejak dilantik sebagai Ketua PCNU Kota Cilegon, Erik belum menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin organisasi ulama dan santri.
“Bahkan ketika diminta membacakan doa seperti layaknya ulama, ia kerap mengelak dan meminta orang lain untuk mewakili. Ini yang menurut kami mencoreng nama ulama,” kata pria yang akrab disapa Kyai Humed itu.
Ia menegaskan bahwa PCNU merupakan organisasi ulama yang semestinya dipimpin oleh sosok dari kalangan ulama dan santri.
“Ini organisasi ulama. Seharusnya yang menjadi ketua berasal dari kalangan ulama dan santri. Kami tidak ikhlas dan tidak ridho PCNU dipimpin oleh orang yang latar belakangnya bukan dari agama (NU),” pungkasnya. ***