Gali Potensi PAD, Pemkot Cilegon Disarankan Bentuk BUMD Jasa Transportasi Industri

 

CILEGON – Potensi pendapatan daerah dari sektor transportasi di Kota Cilegon dinilai masih perlu digali secara optimal seiring dengan posisi strategis kota tersebut sebagai kawasan industri.

Kota Cilegon memiliki kekuatan besar dengan keberadaan hampir 476 perusahaan industri yang beroperasi di berbagai sektor.

Selain itu, keberadaan pelabuhan turut menjadi penopang utama dalam aktivitas distribusi logistik.

Kondisi ini menjadikan transportasi sebagai elemen vital yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas industri.

Sistem transportasi yang terintegrasi dan profesional menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kelancaran arus barang.

Tanpa dukungan sistem transportasi yang memadai, efisiensi distribusi hasil produksi industri berpotensi terhambat. Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing industri di tingkat regional maupun nasional.

Salah satu tokoh Cilegon, M. Ibrohim Aswadi, menyoroti pentingnya peran sektor transportasi dalam mendukung ekosistem industri di Kota Baja tersebut dan mendapatkan keuntungan untuk digunakan mendukung pembangunan daerah.

Menurut mantan anggota DPRD Cilegon ini, kebutuhan akan sarana dan jasa transportasi saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi faktor utama dalam meningkatkan efisiensi distribusi.

Ia menilai, jika sektor ini dikelola secara optimal, maka tidak hanya akan memperkuat industri, tetapi juga berpotensi besar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya dibutuhkan langkah strategis dari Pemerintah Kota Cilegon untuk mampu menjawab tantangan tersebut sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.

Salah satu upaya yang dinilai relevan adalah dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang secara khusus menangani jasa transportasi industri dan logistik.

Gagasan pembentukan BUMD Jasa Transportasi Cilegon Mandiri dinilai dapat menjadi solusi dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih terarah dan profesional.

M. Ibrohim Aswadi menilai bahwa pembentukan BUMD tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak untuk segera direalisasikan.

“Cilegon memiliki potensi industri yang sangat besar, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem transportasi yang terkelola secara profesional dan terintegrasi,” jelasnya.

Ibrohim menilai dari kebutuhan ini daerah bisa hadir dengan menghadirkan jasa layanan yang bisa mendukung kebutuhan ini.

“Kehadiran BUMD Jasa Transportasi Cilegon Mandiri harus menjadi solusi strategis, bukan hanya untuk mendukung kelancaran distribusi industri, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan PAD yang nyata bagi daerah,”tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keberanian pemerintah daerah dalam mengambil langkah progresif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku industri dan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal bisnis transportasi, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya, dan juga hal ini merupakan tentang bagaimana Cilegon mampu mengelola potensinya sendiri untuk kesejahteraan masyarakatnya,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pembentukan BUMD Jasa Transportasi Cilegon Mandiri diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment