CILEGON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menargetkan keterlibatan lebih dari 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Festival Golok Day 2026.
Pelibatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan budaya dan pariwisata.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan jumlah UMKM yang dilibatkan tahun ini ditingkatkan untuk memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dalam memasarkan produknya kepada pengunjung.
“Jadi sekarang ini kita maksimalkan lebih dari 50,” kata Heni, Kamis (5/11/2026) kemarin.
Menurutnya, kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Golok Day karena kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Berbagai produk lokal nantinya akan dipasarkan di kawasan Alun-alun Kota Cilegon selama festival berlangsung.
Selain pelaku UMKM, kegiatan tersebut juga akan melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Banten serta sejumlah pengrajin golok dari luar daerah, di antaranya Sukabumi dan Cisata.
Mereka akan memperkenalkan kerajinan senjata tradisional seperti kujang dan keris.
Heni menjelaskan, Festival Golok Day 2026 akan berlangsung selama dua hari, 21-22 November.
Kegiatan ini masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Pada 21 November, rangkaian acara diisi Riraya Kebudayaan, Festival Dolanan, permainan tradisional, pertunjukan seni, serta seminar kebudayaan dan golok.
Sementara pada 22 November, kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Pendekar dari Rumah Dinas Wali Kota menuju Alun-alun Cilegon, festival pencak silat, pertunjukan debus, dan pameran golok.
Festival tahunan tersebut diperkirakan dihadiri 6.000 hingga 7.000 pendekar dari berbagai daerah dan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal.***