CILEGON – Setelah mengalami kevakuman organisasi selama berapa tahun, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Cilegon saat ini semakin menunjukkan eksistensinya di berbagai kegiatan.
Hal ini terlihat dari perannya pada acara-acara pengajian maupun istighosah yang berlangsung di Kota Cilegon, GP Ansor dan Banser NU yang sering berpartisipasi di dalamnya terutama dalam menyambut dan mengawal ulama Nahdlotul Ulama (NU).
Seperti yang terlihat pada saat acara Haul di Pondok Pesantren Darul Iman Ciberko, Cibeber pada hari Sabtu (30/12/2017) lalu, mereka tanpak sigap mengawal kehadiran Abuya Muhtadi Dimyati, untuk memimpin jalannya istighosah.
Salah satu tokoh GP Ansor Cilegon Asep Awaluddin mengatakan, dengan kecintaan kepada NU yang dijadikannya modal kuat untuk membangun organisasi.
“Meskipun GP Ansor Cilegon sudah lama vakum, insya Allah kini sudah mulai bangkit dan berkembang. Ini bisa saya rasakan sejak Hari Santri kemarin, apalagi saat Diklat yang kita selenggarakan belum lama ini mendapat antusias yang luar biasa dari peserta yang akan menjadi kader kita. Modalnya kecintaan kita terhadap NU, katanya, kepada faktabanten.co.id, Senin (1/1/2018).
Lebih lanjut, Asep menegaskan akan menjadikan awal tahun 2018 ini sebagai momen kebangkitan GP Ansor Cilegon.
“Perintis dan pelopor kebangkitan GP Ansor dan Banser di Cilegon, insya Allah diawal tahun 2018 ini akan dijadikan awal kebangkitan Ansor Cilegon,” tegasnya.
Ia semakin optimis dengan kekompakkan yang ditunjukan oleh para pemuda Ansor yang bergandengan dengan Banser dan Faster.
“Saya dan Sholeh Safe’i begitu termotivasi dan optimis untuk membangun lagi keberadaan Ansor di Cilegon. Apalagi support penuh yang diberikan oleh Erick Rebi’in serta makin kompaknya sahabat-sahabat Ansor, baik Banser maupun Fatser,” tandasnya. (*/Ilung)