Hadapi Ancaman Narkotika, BNN Kota Cilegon Catat 114 Kegiatan Pencegahan Sepanjang 2025

 

CILEGON-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon mencatat tantangan penanggulangan narkotika sepanjang tahun 2025 semakin kompleks.

Pemanfaatan teknologi komunikasi dalam transaksi gelap, ditambah posisi Cilegon sebagai kota industri dan gerbang logistik nasional, membuat ancaman narkoba terus meningkat.

Kepala BNN Kota Cilegon, Dr. R. Bogie Setia Perwira Nusa, menegaskan, kondisi tersebut menuntut BNN untuk terus adaptif dan kolaboratif.

“Cilegon memiliki posisi strategis sebagai penghubung antar pulau dan pusat industri. Ini menjadi celah rawan masuknya narkotika, sehingga BNN harus selalu sigap, inovatif, dan bersinergi lintas sektor,” ujar Bogie saat konferensi press di Sosoro Pelabuhan Merak, Selasa, (23/12/2025)

Mengusung visi War on Drugs for Humanity, ia juga menekankan bahwa penanganan narkotika tidak semata penegakan hukum, tetapi juga misi kemanusiaan.

“Perang melawan narkoba bukan hanya soal memutus pasokan, tetapi juga menyelamatkan manusia melalui rehabilitasi dan pemulihan martabat,” tegasnya.

Dikatakan Bogie, Sepanjang 2025, BNN Kota Cilegon menggencarkan pencegahan melalui 114 kegiatan informasi dan edukasi, mayoritas menyasar lingkungan pendidikan.

Selain itu, 423 konten edukatif dipublikasikan melalui media sosial untuk menjangkau masyarakat luas,

Selanjutnya, BNN juga melatih pelajar sebagai pendidik sebaya anti narkoba di kawasan rawan Pulomerak serta menggelar Workshop Ketahanan Keluarga Anti Narkoba guna memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama.

“Pencegahan tidak cukup dengan sosialisasi, tetapi harus mengubah pola pikir dan perilaku, terutama generasi muda,” kata Bogie.

Menurut dia, di bidang pemberantasan, BNN Kota Cilegon menindaklanjuti 8 dari 14 laporan masyarakat yang mengarah pada penyelidikan jaringan narkotika yang mana melalui Tim Asesmen Terpadu, 10 orang ditangani dengan pendekatan rehabilitasi dan proses hukum sesuai ketentuan.

Sementara itu, di bidang rehabilitasi, kata Bogie sepanjang 2025 BNN Kota Cilegon menangani 26 klien rawat jalan serta melakukan layanan pasca rehabilitasi melalui kunjungan rumah.
Selain itu, 456 layanan SKHPN diberikan kepada masyarakat.

Atas berbagai upaya tersebut, Kota Cilegon meraih Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) sebesar 3,41 dengan kategori Sangat Tanggap. Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) juga mencapai 3,58 atau Sangat Mandiri.

Menutup tahun 2025, Bogie menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih dinamis. Dengan sinergi, kita bisa menjaga Cilegon tetap bersih dari narkoba,

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Call Center 184 sebagai layanan cepat untuk informasi, konsultasi, dan pendampingan.

“Mari kita lanjutkan perjuangan mewujudkan Cilegon Bersinar, demi generasi masa depan dan kemanusiaan,”tutup Bogie. (*/Ali)

Comments (0)
Add Comment