Hari ketiga Nataru, Hampir 2.000 Kendaraan Menyeberang Lewat Pelabuhan Ciwandan

 

CILEGON – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten kembali memperbarui data operasional Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Memasuki hari ketiga, layanan penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan menuju Sumatera terpantau berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Berdasarkan data operasional selama 24 jam pada Minggu, 21 Desember 2025 (pukul 00.00–23.59 WIB), Pelindo Regional 2 Banten mencatat sebanyak 18 unit kapal beroperasi melayani arus penyeberangan pengguna jasa.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan perusahaan memprioritaskan stabilitas operasional layanan, baik untuk kendaraan roda dua maupun angkutan logistik.

“Alhamdulillah, pada hari ketiga operasional berjalan kondusif. Kami terus memantau pergerakan trafik secara real time untuk memastikan seluruh pengguna jasa memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman,” ujar Benny, dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).

Adapun realisasi trafik penyeberangan melalui Pelabuhan Ciwandan pada hari ketiga tercatat sebanyak 2.532 penumpang, yang terdiri atas pengendara sepeda motor dan pengemudi truk.

Untuk kendaraan roda dua, Pelindo melayani 1.050 unit sepeda motor yang menyeberang menuju Sumatera.

Sementara itu, arus distribusi barang tetap terjaga dengan tercatat 937 unit truk logistik telah diseberangkan.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas melalui Pelabuhan Ciwandan pada periode tersebut mencapai 1.987 unit.

Data akumulatif sejak hari pertama hingga hari ketiga Posko Angkutan Laut Nataru, yakni periode 19–21 Desember 2025, mencatat total 41 unit kapal beroperasi. Jumlah penumpang tercatat sebanyak 5.288 orang.

Untuk kendaraan, total sepeda motor yang telah diseberangkan mencapai 2.028 unit, sedangkan truk logistik tercatat sebanyak 2.217 unit.

Dengan demikian, total kendaraan yang melintas selama tiga hari pelaksanaan posko mencapai 4.245 unit.

Manajemen Pelindo Regional 2 Banten memastikan koordinasi intensif terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator kapal dan aparat keamanan.

Koordinasi difokuskan pada optimalisasi buffer area, kesiapan dermaga, serta dukungan fasilitas pendukung seperti posko kesehatan dan area istirahat.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa agar mematuhi arahan petugas di lapangan dan menjaga ketertiban demi kelancaran perjalanan bersama,” kata Benny.***

Comments (0)
Add Comment