Selain secara geografis, Tim Pendiri juga sudah membuat kajian secara ekonomi, yang mana dengan hadirnya SMP Negeri 12 nanti warga yang berada di Lingkungan Kedurung bisa mendapatkan akses pendidikan negeri tanpa harus terkendala zonasi.
“Hadirnya SMP Negeri yang dekat itu dapat memberikan solusi soal zonasi sehingga siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya yakni di SMP Negeri tidak terkendala zonasi,” terangnya.
Dari data yang ada, di Kecamatan Purwakarta untuk tahun ajaran 2020-2021 ini jumlah lulusan SD sebanyak 1.015 siswa, dan bersiap untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sedangkan rencana penerimaan kelas siswa baru SMPN 12 nantinya hanya berjumlah 128 siswa.
“Jika pemerintah merealisasikan berdirinya SMP Negeri itu paling yang bisa diakomodir di SMP tesebut cuma 128 siswa, dan jika dikurangi lulusan yang mencapai 1.015 siswa, masih tersisa 887 calon siswa yang bisa bersekolah di tempat lain semisal di sekolah swasta,” jelasnya.
Ketika disinggung adanya penolakan, dia mengaku hal itu bisa dicarikan solusinya.
“Kalau sebagian kecil masyarakat menolak saya menilai wajar. Tapi yang paling terpenting mari kita bersama-sama duduk bareng memecahkan solusi agar di Kecamatan Purwakarta ini minimal ada SMP Negeri yang bisa mengakomodir lulusan SD atau sederajat yang ingin melanjutkan di SMP Negeri,” tukasnya.
Diketahui, sebenarnya SMP Negeri 12 di Kecamatan Purwakarta saat ini sudah ada namun belum memiliki fasilitas bangunan sendiri, sehingga selama satu tahun ini murid-muridnya masih dititipkan ruang belajarnya menumpang di Sekolah Tunas Bangsa. Jika nanti pemerintah bisa merealisasikan pendirian SMPN 12, siswa tersebut akan beralih ke SDN Pabean yang digadang-gadang menjadi lokasi SMP Negeri. (*/Red/Rizal)